Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri novel. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri novel. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

07 Oktober 2012

New Novel.. (my handmade)

❤ Good Morning ◕‿◕ Afternoon ❤ Evening ღ Night ◕‿◕






Hallo... everyone !!
Mumpung gw lagi semangat hari ini..
Jadi, gw pengin posting novel lagi, nih..
eits...
yang ini.. baru..

Hah.. trus novel kemarin ??

Hehe.. begitulah gw.. 
Sering gak konsisten
Jadi, alasan bikin novel baru 
itu pengin cari ide lagi..
ide novel our ilussion story gak tau kenapa, tiba-tiba buntu..
Don't worry..
Insya Allah.. gw selesain juga dah...

Nah.. novel yang baru ini judulnya
'Awesome School'
Ceritanya... yang jelas berlatarbelakang sekolahan..

Hmm... ide bikin novel ini karena gw ingin mengenang 
sekolah-sekolah yang pernah bikin gw jadi mengerti arti kehidupan..
bukan hanya pelajaran, tapi juga soal kekeluargaan...
hiks...
gw jadi ingat sama guru gw di SD, Bu Diana.
Beliau itu sudah gw anggap ibu kandung gw..
gimana tidak ??
Beliau kelihatan sangat bertanggung jawab saat menjadi wali kelas kami..

Bu... 
Maaf.. saya jarang berkunjung ke rumah ibu,,
bukan apa-apa.. hanya saja, saya malu dan gak punya teman untuk berkunjung..
Selain itu, saya juga beda sekolah dari yang lainnya,,,
Jadi, kalau mereka berkunjung ke rumah ibu, saya gak bisa ikut,..

Hikss... malangnya gw..

Tapi, saya akan selalu ingat dengan kalian, my lovely teachers...
And kalian... my lovely friends...



Hayoo... gw yang mana ??



31 Maret 2015

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Prosa

https://41.media.tumblr.com/

Hi, mina-san.
aku balik dengan beberapa info mengenai dunia sastra. Sekadar sharing saja, karena sekaligus buat nyelesain tugas Bahasa Indonesia :)

Tentang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik karya sastra prosa nih.
aku ngambil dari beberapa sumber yang akan dicantumkan di credit bawah post.
Langsung saja, yaa..



Unsur pembangun prosa terdiri dari struktur dalam atau unsur intrinsik serta struktur luar atau unsur ekstrinsik.

Adapun unsur intrinsik prosa terdiri atas sebagai berikut.

1)      Tema, yaitu suatu yang menjadi pokok masalah atau persoalan sebagai bahan karangan, yang diungkapkan dalam suatu cerita oleh pengarang. Tema prosa fiksi terutama novel dapat terdiri dari tema utama serta beberapa tema bawahan. Sedangkan untuk cerpen (cerita pendek) hanya memiliki  tema utama saja.
Untuk dapat menentukan tema suatu cerita kita dapat menempuh dengan jalan bertanya sebagai berikut.
a.       Mengapa pengarang menulis cerita tersebut?
b.      Apa tujuan pengarang menulis cerita tersebut?
c.       Faktor apa yang menyebabkan atau menjadikan suatu karangan bermutu dan berharga?

2)      Amanat, yaitu pesan-pesan yang disampaikan oleh si pengarang melalui cerita yang digubahnya. Si pengarang menyampaikan amanatnya dengan dua cara, yaitu:
a.       secara eksplisit (terang-terangan): pembaca dengan mudah menemukannya; dan
b.      secara implisit (tersirat/tersembunyi): untuk menemukan amanat dalam hal ini, pembaca agak sukar menemukannya, terlebih dulu pembaca hendaknya membaca secara keseluruhan isi cerita tersebut.

3)      Alur/plot, yaitu urutan atau kronologi peristiwa yang dilukiskan pengarang dalam suatu cerita rekaan, terjalin satu dengan yang lainnya. Alur dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.

A.    Alur umum, tahap-tahapannya adalah sebagai berikut.

a)    Eksposisi (Perkenalan/Pengantar)
Eksposisi adalah proses penggarapan serta memperkenalkan informasi penting kepada para pembaca. Melalui eksposisi, seorang pengarang mulai melukiskan atau memaparkan suatu keadaan, baik keadaan alam maupun tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita tersebut, serta informasi-informasi yang akan diberikan pengarang kepada pembaca melalui uraian eksposisi tersebut.

b)      Komplikasi (Penampilan Masalah)
Komplikasi adalah adanya masalah yang terjadi di antara para tokoh, baik tokoh dengan tokoh, tokoh dengan tempat, maupun tokoh dengan suasana yang terdapat dalam cerita rekaan.

c)      Klimaks (Puncak Ketegangan)
Klimaks adalah suatu permasalahan yang telah mencapai pada puncaknya (meruncing).

d)     Antiklimaks (Ketegangan Menurun/peleraian)
Antiklimaks adalah suatu peristiwa yang ditandai dengan menurunnya tingkat permasalahan yang terjadi pada tokoh.

e)      Resolusi (Penyelesaian)
Resolusi adalah kejadian akhir yang merupakan penyelesaian permasalahan di atara para tokoh cerita.

B.     Berdasarkan cara menyusun tahapan-tahapan alur, maka dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
a)      Alur Lurus (Alur Maju/Alur Agresif), yaitu rangkaian cerita dikisahkan dari awal hingga cerita berakhir tanpa mengulang kejadian yang telah lampau.
b)      Alur Sorot Balik (Alur Mundur/Alur Regresif/Flash Back), yaitu kebalikan dari alur lurus. Rangkaian ceritanya mengisahkan kembali tokoh pada waktu lampau.
c)      Alur Campuran, yaitu gabungan antara alur maju dan alur sorot balik.

C.     Berdasarkan hubungan tahapan-tahapan dalam alurnya, maka dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a)      Alur Rapat, yaitu alur yang terbentuk apabila alur pembantu mendukung alur pokoknya.
b)      Alur Renggang, yaitu sebaliknya, alur yang terbentuk apabila alur pokok tidak didukung oleh alur pembantu.

D.    Berdasarkan kuantitasnya, maka dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a)      Alur tunggal, yaitu alur yang hanya terjadi pada sebuah cerita yang memiliki satu jalan cerita saja, biasanya terjadi pada cerpen.
b)      Alur ganda, yaitu alur yang terjadi pada sebuah cerita yang memiliki jalan cerita lebih dari satu, biasanya ada pada novel.

4)      Tokoh, yaitu pelaku di dalam cerita dan mengambil peranan dalam setiap insiden-insiden. Tokoh terdiri atas sebagai berikut.
a)      Tokoh Protagonis (Tokoh Utama/Tokoh Sentral), yaitu tokoh yang paling berperan dalam cerita dan umumnya bersifat baik.
b)      Tokoh Antagonis (Lawan Peran Utama), yaitu tokoh yang menentang tokoh protagonis, umumnya memiliki sifat yang jahat.
c)      Tokoh Komplementer (Pembantu), yaitu tokoh sampingan yang berperan sebagai pembantu tokoh protagonis dan antagonis.

5)      Penokohan (Perwatakan), yaitu watak atau karakter dari para tokoh di dalam cerita. Adapun jenis penggambaran watak tokoh dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu:
a)      Metode analitik, yaitu pemaparan secara langsung (eksplisit) watak atau karakter para tokoh dalam cerita, seperti; penyayang, penyabar, keras kepala, baik hati, pemarah, dan lain sebagainya.
b)      Metode dramatik, yaitu metode penokohan yang dipergunakan pencerita dengan membiarkan para tokohnya untuk menyatakan diri mereka sendiri lewat kata-kata, dan perbuatan mereka sendiri, misalnya lewat dialog, jalan pikiran tokoh, perasaan tokoh, perbuatan, sikap tokoh, lukisan fisik, dan sebagainya.
c)      Metode kontekstual, yaitu cara menyatakan watak tokoh melalui konteks verbal yang mengelilinginya. 
Jelasnya, melukiskan watak tokoh dengan jalan memberikan lingkungan yang mengelilingi tokoh, misalnya: kamarnya, rumahnya, tempat kerjanya, atau tempat di mana tokoh berada.

Watak tokoh terdiri dari sifat, sikap, serta kepribadian tokoh. Penokohan dapat dilakukan melalui dimensi (a) fisik, (b) psikis, dan (c) sosial.

6)      Latar (setting), yaitu mengenai lingkungan (tempat/lokasi, waktu, dan suasana) terjadinya suatu peristiwa di dalam cerita.
-      Tempat      :  umpamanya di rumah sakit, daerah wisata, di daerah
                     transmigran, di kantor, di kamar tidur, di halaman,
                     dan lain sebagainya.
-      Waktu       :  tahun, musim, masa perang, suatu upacara, masa
                     panen, periode sejarah, dan sebagainya.
-      Suasana     :  aman, damai, gawat, bergembira, berduka/
                     berkabung, kacau, galau, dan sebagainya.

7)      Sudut pandang (point of view), yaitu status atau kedudukan si pengarang dalam cerita. Ada empat macam sudut pandang, antara lain:
a)      pengarang sebagai orang pertama sebagai pelaku utama (pengarang = aku);
b)      pengarang sebagai orang pertama sebagai pelaku sampingan;
c)      pengarang berada di luar cerita sebagai orang ketiga; dan
d)     kombinasi atau campuran, kadang-kadang di dalam dan kadang-kadang di luar cerita.

8)      Gaya Bahasa (Majas) disebut juga “langgam, corak, bentuk, atau style bahasa” yaitu cara yang digunakan oleh si pengarang untuk mengungkapkan maksud dan dan tujuannya baik dalam bentuk kata, kelompok kata, atau kalimat. Jadi, gaya bahasa atau majas meliputi; kata, frasa atau kelompok kata, kalimat (struktur) biasa/majas. Gaya bahasa atau majas adalah ibarat kendaraaan bagi seseorang pengarang yang akan membawanya kemana arah tujuan yang ingin ditujunya. Gaya bahasa atau majas merupakan faktor dominan dalam karya prosa fiksi.

Unsur Ekstrinsik Karya Sastra Prosa
Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berasal dari luar aspek sastra, yang ikut membangun penyusunan suatu karya sastra.
Unsur-unsur luar ini meliputi:
1.          Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi);
2.          Latar belakang kehidupan pengarang; dan


3.          Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan.



B. Unsur Ekstrinsik Karya Sastra
Menurut Welleck dan Warren (1956) bagian yang termasuk unsur ekstrinsik karya sastra adalah:
1. Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap, keyakinan dan pandangan hidup yang semuanya itu mempengaruhi penciptaan sebuah karya sastra.
Contohnya adalah Emha Ainun Najib, ia adalah sastrawan yang berasal dari Jawa dan kental dengan kehidupan Jawa. Maka karya sastra ciptaannya tidak lepas dari kehidupan sosial dan budaya di Jawa.
2. Keadaan psikologis, baik psikologis pengarang, psikologis pembaca maupun penerapan prinsip psikologis dalam karya.
Keadaan psikologis pengarang pasti akan memberi warna yang berbeda dari sebuah karya sastra. Keadaan psikologis pengarang mempengaruhi pemilihan tema, bahasa dan alur cerita karya sastra. Hasil karya sastrawan muda pastilah berbeda dengan hasil karya sastrawan senior.
3. Keadaan lingkungan pengarang, baik sosial, ekonomi dan politik.
Contohnya adalah pada novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi yang menceritakan tentang kehidupan sosial pesantren. Bagaimana menjalin pertemanan yang berbeda asal daerahnya, serta perjuangan untuk meraih cita- cita. Pengarang merupakan orang yang sudah mengetahui bahkan mungkin juga mengalami kehidupan sosial yang ada di pesantren sehingga ia dapat dengan baik menuangkannya dalam sebuah novel.
4. Pandangan hidup suatu bangsa, berbagai karya seni, agama dan lain- lain.
Latar belakang keagamaan pengarang juga sangat berpengaruh pada penciptaan karya sastra. Contohnya saja adalah novel Ayat- Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy.
C. Mengidentifikasi Unsur Ekstrinsik pada Prosa
1. Unsur Ekstrinsik Pada Novel Siti Nurbaya
a. Sikap dan Pandangan Pengarang
Sikap dan pandangan pengarang bersifat tersirat dalam novel Siti Nurbaya. Dijelaskan bahwa kaum tua sangat mendominasi kaum muda. Kaum muda yang menantang kaum tua dianggap melanggar adat istiadat setempat, contohnya adalah kawin paksa yang dilakukan kebanyakan orang tua pada zaman tersebut.
b. Latar Belakang Masyarakat
Novel Siti Nurbaya menggambarkan masyarakat di daerah Minangkabau. Masyarakat Minangkabau terkenal dengan ketaatannya pada agama Islam, selain itu adat yang berkembang di sini adalah garis keturunan yang kuat dari kaum ibu atau istilah lainnya adalah matrilineal.
c. Keadaan Sosial dan Ekonomi
Masyarakat Minangkabau memiliki keadaan ekonomi dan sosial yang cukup mapan. Masyarakat disana rata- rata memiliki tanah garapan sendiri untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari berupa perkebunan kelapa sawit. Mata pencaharian orang Minang adalah sebagai pedagang dan petani kelapa sawit.
d. Agama Pengarang
Pengarang novel Siti Nurbaya adalah orang asli dari Minangkabau. Masyarakat Minang memang terkenal dengan ketaatannya dalam memeluk agama Islam. Nama lengkap pengarang adalah Marah Halim Bin Sutan Abubakar.
e. Idealisme Pengarang
Idealisme yaitu pendirian yang kuat terhadap keyakinan, adat, pendidikan atau yang lainnya. Idealisme pengarang yang tersirat dalam novel Siti Nurbaya sebagai berikut:
1) Pengarang membuat karya sastra dengan maksud mendidik masyarakat yacng membacanya
2) Pengarang menganggap bahwa tidak selamanya kaum muda harus taat pada kaum tua.











credit :
http://iwayanjatiyasatumingal.blogspot.com/
https://annissa999.wordpress.com/
https://destinakazuha.wordpress.com/

08 Mei 2012

DOWNLOAD NOVEL TEENLIT

23 Maret 2012

Novel Our Dream

Mau promosi Novel... !! hehehe
Novel yang berbulan-bulan saya buat.
Dengan cucuran keringat .
akhirnya "Mission Complete"
Tadinya, saya mau kirim ke penerbit DAR! Mizan, Pinkberry Club.
Tapi, saya masih ragu. Diterima atau tidak??
Itu masalahnya...
Daripada dipajang di laptop terus, lebih baik saya bagikan ke blog.



Novel Our Dream


Kelihatan tidak..??
di ZOOM aja...:))
Nah,  kalau baca secara online. Mungkin agak kelamaan...
Lebih baik anda download saja.
Thank You...
This entry was posted in

19 Juli 2012

NOVEL TENTANG PERSAHABATAN SEJATI (PART 1)


Hay All....Sekarang mau publikasikan novel karyaku sendiri. Ini bertema tentang sebuah persahabatan. Novel ini saya publikasikan sedikit demi sedikit.  Jika kalian baca ceritanya  sedikit agak gak nyambung, sih ! Tapi menurut saya, ini novel terbaik yang pernah saya buat ( karena hampir semua nama tokoh, saya ambil dari nama teman-teman saya ).  So, read this !!

At First Sight

Suara Burung Berkicauan bagaikan bernyanyi gembira menyambut pagi. Sang surya yang terbenam, kini terbit menyinari bumi. Terlihat seorang gadis termenung di taman sekolah.
“Hey...Adin..!!!!” salah satu dari teman baiknya datang mengejutkan.
“Ih.. Ell..Ingat nih jantung gue. Kalau gue mati, ntar siapa yang ngurusin loe!” Bentak gadis bernama Adin itu.
“Loe sih, ngelamun terus. Mikirin apa, Din?”
“Gak mikirin apa-apa kok. Gue lagi bête aja “ Jawab Adin ketus.
“Emm..Masa?! Kayaknya ada yang gak beres, nih!”
“Apaan? Gak percayaan banget, sih!”
“Iya,iya. Jangan ngambek, neng! Tapi, tumben pagi-pagi gini loe udah ada di sekolah. Biasanya kan telat terus”
“Emm.. hari ini kan ada pelajaran Biologi. Jam pertama lagi..!”
“Oh.. Ya udah. Gue masuk dulu, ya!”
“OK.. Gue juga mau masuk..Ntar istirahat temenin gue jajan, ya”
“OK, boss!!” Jawab Ella.
Kedua sahabat itu pun masuk ke kelasnya masing-masing. Kebetulan kelas mereka berbeda.



Di dalam kelas Adin…
Bu Zainab, guru IPA Biologi di kelas Adin. Orangnya sangat baik dan lemah lembut. Jadi gak heran, kalau murid-muridnya sangat suka dengan pelajaran Biologi. Selain itu, Bu Zainab juga mengajarkan mereka tentang tips-tips menjaga kesehatan dan memberikan info tentang flora dan fauna yang ada di lingkungan, baik yang berbahaya maupun yang bermanfaat. Murid-murid di kelas Adin sudah menganggap Bu Zainab sebagai ‘Internet Berjalan’ karena info-info yang ia berikan sangat bermanfaat.

Noot…Noot
Jam istirahat tiba. Adin kelihatan bosan di kelas terus. Akhirnya ia pergi ke kelas sahabatnya,Ella.
“Nis, panggilin Ella,dong!” Pinta Adin ke salah satu temannnya yang sekelas dengan Ella.
“Ell… Dipanggil Adin tuh!” teriak Nisrin.
“Nggak,ah. Suruh Adinnya aja yang masuk. Gue lagi sibuk,nih.” Jawab Ella.
Adin masuk ke dalam kelas itu. Ketika Adin masuk, ada seorang anak cowok di kelas itu mandangin dia terus. Adin gak menghiraukannya. Ia pura-pura cuek padahal ia tahu itu.
“Hay, Din. Ngapain loe ke kelas gue ? Tumben loe jalan ke sini. Biasanya ngurung diri di kelas, n pasti gue terus yang nyamperin loe.” Canda Ella.
“Gak papa. Gue bête aja di kelas. Lagian, gue kan mau jajan sama loe.”
Sorry, nih. Gue gak bisa nemenin loe jajan. Gue harus ngerjain nih PR. Maklum, di rumah kan gue sibuk banget”
“Yah.. Ell. Loe sibuk apa males? Eh, BTW. Loe lihat cowok itu,gak? Siapa sih namanya? Dari tadi ngelirik gue mulu.”
“Oh, namanya Firgo. Masa loe gak tau, dia itu kan kapten basket. Jangan-jangan Firgo suka ma loe, Din! Hahaha…” tawa Ella membuat orang-orang di kelas itu bingung.
“Rese’ loe. Masa iya dia suka sama gue yang kuper, jelek, and apa ajalah” Ucap Adin.
“And punya banyak kelebihan. Loe itu kuper plus-plus..” Timpal Ella.
“Ah… Terserah loe aja,deh.”
Noot…Noot… bel masuk berbunyi.
“Ell..gue cabut dulu,ya!”
“OK, boss!!”

Noot… Noot… Bel pulang berbunyi. Adin dan Ella pulang bersama. Tanpa mereka sadari, Firgo mengikuti mereka. Tiba-tiba Ell dan Adin berhenti sebentar. Firgo pun ikut berhenti.
“Din, kayaknya Firgo ngikutin kita,deh” bisik Ella.
“Iya, Ell. Kita nyebrang aja, yuk.”
“Iya. Ayo cepat!!!”
Adin dan Ell bergegas menyebrang. Firgo yang merasa dicurigai pun berhenti mengikuti mereka.

TOBE CONTINUED.......



