09 Juli 2016

Daily Arabian ( Bahasa Arab Dasar )


Dari Usamah bin Zaid R.A Nabi Muhamad SAW bersabda :
“Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan “jazaakallah khairon(semoga Allah membalasmu dengan segala kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi).
Jazakallah Khoir (bahasa Arab: جزاك الله خيرا) adalah istilah syariah dan ekspresi Islam makna syukur. “Semoga Allâh membalas Anda [dengan] kebaikan” Meskipun kata umum dalam bahasa Arab untuk terima kasih adalah shukran (شكرا), jazakallahu khairan sering sekali digunakan oleh umat Islam dengan keyakinan bahwa seseorang tidak akan dapat memenuhinya kecuali atas izin Allâh.
Seringkali kita salah dalam melafadzkan rasa syukur ini. Kesalahan yang harus diperbaiki pada umumnya adalah kita selalu menggunakan kata Jazakallah Khoir untuk setiap orang, terlepas dari laki-laki atau wanita jenis kelaminnya baik tunggal maupun jamak.Perlu kita ketahui bahwa dalam kaedah bahasa Arab Ungkapan Jazakallah Khoir dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa berterima kasih atau bersyukur diperuntukan hanya untuk seseorang tunggal laki-laki & jaza Killah Khoir ditujukan untuk wanita tunggal.
Demikian pula ada bentuk frase yang berbeda u jamak (banyak orang) dari laki-laki atau wanita. Keterangan berikut insya Allah akan membantu kita untuk memahami frase yang benar dalam pengucapannya dapat dibagi menjadi;
  • Untuk Kamu Laki-laki Tunggal (ك-Ka) :
    جَزَا كَ الله خَيْرًا كَثِيْرًا
    “Jaza-Kallah Khairan Katsiiraa”
    Artinya : “Semoga Allah Membelas-mu dengan kebaikan yang Banyak, جَزَ Jazaa = semoga memberi, menambah, membalas, كَ ka = engkau (lelaki tunggal), اللهُ Allah = Allah. Jazakallah (جَزَا كَ الله) artinya “semoga Allah akan memberi, menambahkan, membalasmu”, ini digunakan sebagai ungkapan rasa syukur ucapan terima kasih atas kebaikan seseorang dan sekaligus sebagai sebuah do’a semoga Allah akan membalas kebaikannya (laki-laki, tunggal).
  • Untuk Kamu wanita Tunggal- (ك-ki) :
    جَزَا ك الله خَيْرًا كَثِيْرًا
    “Jaza-Killah Khairan katsiiraa”
    Artinya : “Semoga Allah membalas-mu dengan kebaikan yang banyak”, جَزَ Jazaa = semoga memberi, menambah, membalas, ك ki = engkau (wanita tunggal), اللهُ Allah = Allah. Jazakillah (جَزَا ك الله) artinya “semoga Allah akan memberi/menambah/membalasmu”, ini digunakan sebagai ungkapan rasa syukur ucapan terima kasih atas kebaikan seseorang dan sekaligus sebagai sebuah do’a semoga Allah akan membalas kebaikannya (wanita tunggal / kamu).
  • Untuk – laki-laki jamak – (كم-kum ) :
    جَزَا كُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا
    “Jaza-Kumullah Khairan Katsiiraa”
    Artinya : “Semoga Allah Membalas-kalian dgn kebaikan yg banyak”. جَزَ Jazaa = semoga memberi, menambahkan, membalas, كم kum = kalian (jamak), اللهُ Allah = Allah. Jazakumullah (جَزَا كُمُ الله) artinya semoga Allah akan memberi, menambahkan, membalasmu”, ini digunakan sebagai ungkapan rasa syukur ucapan terima kasih atas kebaikan seseorang dan sekaligus sebagai sebuah do’a semoga Allah akan membalas kebaikannya mereka (laki-laki jamak/orang banyak).
  • Untuk – Perempuan Jamak- (كن-Kun) :
    جَزَا كن الله خَيْرًا كَثِيْرًا
    “Jaza-Kunallah Khairan Katsiiraa”
    Artinya : “Semoga Allah Membalas-kalian dgn kebaikan yg banyak”. جَزَ Jazaa = semoga memberi,menambah /membalas, كن kun = kalian perempuan (jamak), اللهُ Allah = Allah. Jazakunallah (جَزَا كن الله) artinya semoga Allah akan memberi, menambahkan, membalasmu”, ini digunakan sebagai ungkapan rasa syukur ucapan terima kasih atas kebaikan seseorang dan sekaligus sebagai sebuah do’a semoga Allah akan membalas kebaikannya mereka (Perempuan jamak/orang banyak).
  • Untuk – laki-laki & perempuan jamak – (كم-kam ) :
    جَزَا كم الله خَيْرًا كَثِيْرًا
    “Jaza-Kamallah Khairan Katsiiraa”
    Artinya : “Semoga Allah Membalas-kalian dgn kebaikan yg banyak”. جَزَ Jazaa = semoga memberi, menambahkan, membalas, كم kam = kalian (jamak), اللهُ Allah = Allah. Jazakamallah (جَزَا كم الله) artinya semoga Allah akan memberi, menambahkan, membalasmu”, ini digunakan sebagai ungkapan rasa syukur ucapan terima kasih atas kebaikan seseorang dan sekaligus sebagai sebuah do’a semoga Allah akan membalas kebaikannya mereka (laki-laki & Wanita jamak/orang banyak).
Dan bagaimanakah cara menjawabnya?
Menurut Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr Yang lebih utama dalam menjawab kalimat yang ini ialah dengan mengulang kalimat tersebut (membalasnya dengan mengatakan : “وجزاكمالله خيرا” atau yang semisalnya. Jika misalnya membalasnya hanya dg ucapan “وإياكم” dan yang semisalnya adalah boleh-boleh saja, namun yang lebih utama adalah membalas dengan mengulang lafadz doa tersebut.
Apakah ada dalil yang menyebutkan bahwa membalasnya (ucapan jazakallohu khoiron) adalah dengan ucapan “wa iyyakum”?
Beliau menjawab:
“Tidak ada dalilnya, namun sepantasnya dia juga mengatakan “wa jazakallohu khoiron” (dan semoga Allah juga membalasmu dengan kebaikan), yaitu didoakan sebagaimana dia mendoakan, dan seandainya ia mengucapkan semisal “wa iyyakum” (mengikuti) atas ucapan “Jazakum”, yakni ucapan “wa iyyakum” bermakna “sebagaimana kami mendapat kebaikan, semoga kalian juga”.


Disadur dari : https://sengketahati.blogspot.com/2013/09/jazakallah-khairan-katsiran-katsiira.html

Exorc1st, full of memories ~



Random 36 Personil Exorc1st


Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Selamat pagi, fellas... dan selamat for do fasting.

Hari ini, I'll make a special post about my senior high school's story. 
Maybe it's can't be longer because I think this lifeschool to short for us. Why ? 

Rasanya baru kemarin kami menginjakkan kaki di lobi SMAMA ini, dengan membawa map dan beberapa lembar kertas yang merupakan syarat pendaftaran. 
Kami tidak mengenal satu sama lain, SEBELUMNYA.
Namun, mungkin beberapa di antara kami sudah ada yang saling mengenal karena pernah berteman di menengah pertama atau tsanawiyah, atau sekolah dasar maupun taman kanak-kanak.
Namun, secara garis besar, kala itu kami belum mengenal satu sama lain.

And how my first impression when I come to this school ?

Ya, rasanya itu damaiiiii bangetttt. Udaranya sejuk. Warganya murah senyum, dan... pokoknya ini sekolah yang sederhana namun menenangkan banget. 
and I think this is a reason for me to don't regret for my choice, because I leave SMANSA and choice SMAMA.

Tapi, bukan hanya  alasan itu yang membuat saya tidak kecewa dengan pilihan saya ini. Alasan itu hanyalah SATU dari beberapa alasan yang membuat saya cinta dengan sekolah ini.

Alasan lainnya adalah sekolah ini mempertemukan saya dengan berbagai karakter manusia, entah dari segi apa saja. Karakter tersebut seolah menunjukkan kepada saya bahwa memang setiap orang mempunyai sisi yang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya selalu ada sisi terang pada mereka yang bakalan menjadi nilai positif atau nilai lebih, sehingga setiap karakter itu mempunyai manfaat dan keunggulan masing-masing. Dan dari sini, saya belajar bahwa bagaimanapun karakter seseorang, jangan pernah pandang sebelah mata, karena bisa saja ada karakter lain dari mereka yang ternyata sangat bermanfaat bagi orang lain. You know what I mean ? Ribet ya memahaminya ? Haha :)

Dan dari situ saya juga sadar bahwa memang ternyata kasih sayang itu buta. Ia tak mengenal bagaimana perlakuan orang itu padanya, ia tak peduli, tapi entah mengapa ia sangat sayang dengan orang itu. Sama kayak si A itu cuek pada si B, tapi kok B tetap care sama A. Lalu, si A tadi juga punya sisi lebih, ia ternyata juga care, tapi sama si C yang ternyata cuek padanya. Dan si C yang cuek itu ternyata juga punya rasa care, sama si B. 

Begitulah kasih sayang... sering buta, namun ia tak pernah salah. Yang salah adalah kita mengabaikan orang yang care sama kita. Lalu, ketika orang yang kita abaikan itu sudah tidak memperhatikan kita lagi, kita malah mencari-cari perhatiannya kembali, mengemis-ngemis perhatiannya, dan baru sadar kalau sebenarnya mengabaikan seseorang yang care dengan kita itu SALAH. 
Dan itulah yang terjadi pada saya... saya SALAH. Bukan salah dalam memberikan perhatian, tapi salah dalam mengabaikan perhatian.

Oleh karena itu, saya minta maaf pada teman-teman yang selama ini mungkin perhatian dengan saya, ingin saya ikut berbaur tersenyum dengan kalian, ikut nimbrung dan tertawa bareng, namun saya nya terkesan cuek dan hanya menyimpulkan senyum. Bukan mengabaikan, mungkin itu yang tepat. Saya hanya ingin mencari the match pieces of me. Ibarat sebuah potongan puzzle, saya mencoba bagian lain yang cocok untuk saya. Dan semua orang juga mungkin begitu, mencari potongan puzzle yang match, mencari lingkungan yang cocok untuknya, mencari orang yang cocok untuknya, walaupun ia tahu ada orang lain yang mencoba memberikan perhatian lebih padanya.

Terlepas dari cocok-cocokan itu, saya sangat senang dengan kelas Mipa 1. Saya bersyukur menjadi bagian dari mereka. Yaa seperti yang saya katakan tadi, mungkin memang benar kelas ini penuh dengan karakter-karakter yang berbeda, bahkan berlawanan kutub, namun setiap dari mereka punya warna cerah masing-masing yang dapat menyinari warna gelap teman-temannya yang lain. 

Tapi, ada satu lifeschool's tester yang belum bisa saya buktikan saat saya berada di MIPA 1.
  • Apakah seseorang yang ceriwis akan awet atau cocok berteman dengan seseorang yang pediam ?
  • Atau apakah seseorang yang alim akan cocok berteman dengan seseorang yang suka bikin onar ?
  • Dan apakah seseorang yang suka olahraga akan cocok berteman dengan seseorang yang jenius tapi lemah ?
  • Serta apakah seseorang yang cepat memahami pelajaran akan cocok berteman dengan yang lambat dalam memahami pelajaran ?


Beberapa ilmu filsuf mungkin akan mengatakan bahwa itu sangat cocok, karena mereka akan saling melengkapi. Namun bagaimana dengan kenyataannya, saat praktik di lapangannya ?
Hal ini belum bisa saya buktikan, karena saya rasa di MIPA 1 malah yang cocok adalah yang sama. 
Si alim sama si alim, si pendiam sama si pendiam, si suka olahraga sama si suka olahraga, dan seterusnya.

Biarlah itu hanya menjadi teori belaka. Karena kebahagian seseorang itu bebas. Ia bebas memilih zona mana yang membuatnya nyaman.

***
Astaghfirullah....  ini postingan melebar kemana-mana. Intinya apa, isinya apa? hedeh.. hedeh.. :p
katanya pendek, kok ini cukup panjang yaa ?  wkwkk :v

Balik ke judul, full of memories ~
Seperti apa sih kenangan-kenangan mengenai kelas ini yang masih bisa saya putar di ingatan ?

Sebenarnya, kalau bicara mengenai 'kenangan' bakalan gak ada habisnya, karena emang banyak banget. Apalagi kalau mesti diingat atau diputar kembali, kayaknya ceritanya gak bisa utuh, deh. 

Tapi, kalau memori diputar kembali, cuma ada segelintir yang bisa saya ingat.. 
Awal masuk kelas, yaa.. kami adalah Exorc1st, siswa-siswi dengan karakter random dikumpulkan dalam kelas yang sama, yakni X MIPA 1. Kenapa jadi kelas IPA sekarang diberi nama menjadi kelas MIPA ? Karena itulah karakteristik kurikulum baru kita, K-13. Entah mengapa harus diubah ? Padahal gak ngaruh juga, kan, penambahan hurup M itu ? :v

Seperti halnya murid baru, mungkin itu yang semua siswa rasakan. Aku melihat wajah-wajah baru, ada yang oriental, ada yang imut, dan pokoknya entah mengapa, kok kelas IPA tu anak-anaknya pada bersih semua, ya? Alhamdulillah, ya.. berarti kami sudah menerapkan poin 'kebersihan dan kesehatan'. Alhamdulillah gitu, kami match  aja di kelas IPA.

Nah, kalau mengenai siswa IPA yang katanya pada pintar, berkacamata, dan kaku. Hmm... kayaknya harus diubah persepsinya. Sedikit saja, sih.. soalnya persepsi itu ada yang benernya juga. Emang kenapa ? Karena kalau menurut kelas lain, baik kelas IPA 2 - IPA 4, dan SOS 1 - SOS 3, serta BAHASA, katanya emang kelas kami yang paling kalem... wkkk
Kok gitu, ya, pemikiran kelas lain? Padahal tiap gak ada guru, kelas kami bagai taman kanak-kanak. Hheee.. Kalau cewek pada ngumpul tu ke grup masing-masing. Kalau cowok ngumpul jadi satu aja, soalnya jumlah siswa cuma 10 orang. Tapi, walaupun cuma 10, masya Allah, suaranya mendominasi. *suara ribut, maksudnya.
Nah kalo cewek pada ngumpul ke grup masing-masing, jangan tanyakan seberapa hebohnya, karena kami fokus pada kehebohan grup masing-masing. 

Misalkan saja, nih, grup saya sama sahabat-sahabat saya. Kami terkumpul oleh ketidaksengajaan. Kami punya kepekaan, entah mengapa mereka pada tahu isi hati saya, misal lagi galau, senang, bingung, bosan, dll. Makanya, kalau mereka lagi lihat muka saya yang 'flat' dihadapan mereka, pasti langsung diserbu sama guyonan dan candaan mereka. Sampai-sampai, yang tadinya berniat ingin membuat ketawa, malah buat aku nangis saking gak bisanya nahan tawa. Emang sih, aku sering memasang ekspresi 'flat', tapi kalau ekspresi 'flat' itu dipasang saat berhadapan sama grup kami yang gajelas itu, mereka buru-buru deh ngelawak. Itu alasannya mengapa ekspresi aku dihadapan grupku berbeda dihadapan yang lain. 

Dan the most important thing, kami tetap nyatu kalaupun punya grup masing-masing dalam kelas. Itu alasannnya mengapa kelas ini sangat spesial. Jujur, nih, yaa.... teman-teman di kelas saya ini emang yang the best... SEMUANYA. Toleransinya, kepekaannya, humornya, kecerdasannya, kepemimpinannya, tanggungjawabnya *mungkin ini harus diperbaiki lagi, terutama tanggungjawab kebersihan kelasnya. INI DIPERBAIKI, yaa.... buat kedepannya. Kan nanti kita bakalan berumah tangga, jadi tanggungjawab kebersihan bukan hanya dilakukan oleh perempuan.

Kalau masalah keagamaan, jangan tanya.... kelas kami punya banyak ustadz dan ustadzah.
Kalau masalah keuangan, jangan tanya... kelas kami punya bendahara yang super cerdas, handal, dan cangkal menagihi.
Kalau masalah kepemimpinan, jangan tanya... kelas kami punya calon-calon pemimpin yang hebat, bahkan ketua OSIS ada di kelas kami.


Tumbuh dewasa bersama, yaa kami tumbuh bersama. bukan hanya tumbuh secara fisik, tapi juga secara mental. Dalam artian, sedikit demi sedikit kami mulai bisa menyelesaikan masalah yang cukup rumit dengan diskusi bersama. Meski, kadang beberapa di antara kami belum bisa berkontribusi secara maksimal, bahkan ada yang tidak datang saat rapat kelas. 
Di bawah ini beberapa foto pertumbuhan kami dari kelas 11 sampai 12. Duh ternyata kelas 10 nya gak nyimpan.




With Bapak Yazan. Abi kami di kelas XI MIPA 1







With Ibu Rostini. Mama kami di kelas XII IPA 1.






Segitu dulu, yaa memories yang bisa saya tuangkan dalam postingan ini. 
Mudahan nanti memori-memori lain dapat saya cantumkan lagi di postingan ini.
Sudah malam, nih, 

Good night..
Byee *

19 Mei 2016

The Real Princess of Graduation


Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh for My Moeslim Friends
And hi, all !

Alhamdulillah wasyukurillah...
Hari ini -Kamis, 19 Mei 2016- bakalan jadi momentum yang menggores kenangan di ingatan saya. Karena apa ? Karena hari ini adalah hari pengukuhan dan perpisahan angkatan 2012/2013 Smama.

Sudah 3 tahun ??? Hemm gak kerasa yah ? Begitu terus tuh pemikiran kebanyakan orang. Terlalu adaptif dengan lingkungannya, bahagia di lingkungannya, sampai-sampai lupa akan waktu cukup panjang yang telah ia habiskan bersama orang-orang tersayang.
Wajar, sih, mengingat manusia memang makhluk yang sering lupa akan waktu. Kalah sama ayam yang selalu tepat waktu berkokok di pagi buta. Hehe... gak lah. Manusia gak boleh disamain sama hewan.

Manusia makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Allah. Hanya saja kadang beberapa dari mereka lalai akan apa hakikat diciptakan ia di muka bumi ini. Mengapa Allah menciptakan ia begitu sempurna? Sebab manusia adalah khalifah di muka bumi ini. Karena itulah, Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk agar ia dapat memimpin dan mengelola bumi dan seisinya dengan sebaik mungkin.

Terus apa hubungannya dengan 3 tahun yang berlalu di masa putih abu-abu ini ?
Hemm, sebentar... sebelum membahas mengenai hal itu mari kita tengok sejenak, atau ingat sejenak bagaimana saat acara perpisahan dan pengukuhan teman-teman? baik yang dulu, telah, ataupun yang sekarang berlangsung.

Kebanyakan pengukuhan dan perpisahan dilaksanakan dengan pakaian yang elegant seperti kebaya dengan hijab-hijab bentuk tuban atau sejenisnya. Ini khusus untuk wanita, kalau lelaki gak dipermasalahkan, karena auratnya sudah pasti tertutup dengan pakaian jas ataupun sebagainya.
Untuk wanita, kebanyak memakain kebaya yang kentat dan pas di badan hingga menampakkan bentuk dada,  rok span pas di pantat, highheels, hijab pas-pasan di leher, kepala berat dengan hijab yang bertumpuk-tumpuk dan dipenuhi jarum pentul. Huhh... berasa capek gak itu, yaa? CAPEK BANGET.
Belum lagi, makeup yang memberatkan, bulu mata bikin mata berat pengin tidur, sampai lipstik yang bikin susah makan sehingga rela-relain nunda makan sebelum acara selesai.
HOAAAMMM.... :(

Kenapa saya tahu banget dengan kebiasaan ini? Well, itu karena saya mengamati, dan paling parahnya lagi, saya mengalami dan menjadi korban kebiasaan yang kurang baik ini.
Hemm, awalnya pikiran saya terbuka mengenai hal ini, hati juga bilang 'gak usah lebay-lebay pakaian dan riasannya', tapi syeitan menggoda terus. Dan ketika iman sedang lemah, kata-kata hati itu pun terabaikan.



Kenapa kebiasaan ini belum saja berubah, ya? Kebiasaan ini kurang baik, kan, menurut ukhti?
Seharusnya dengan seiring waktu apalagi kemajuan islam yang sekarang dapat membuat kebiasaan itu berubah. Yaa berubah menjadi lebih baik tentunya. Tanpa menghilangkan adat istiadat aslinya. Hanya untuk memperbaiki bagian yang kurang baik. Dan kebiasaan ini, banyak sekali yang perlu dikoreksi. Like these :

Makeup
Untuk makeup menurut saya cukup dengan foundation dan bedak. Terus mungkin bisa saja ditambah celak mata. Dan lipstik tipis biar kelihatan fresh. Udah deh.. Cuma untuk hasil yang baik, foundationnya aja yang mesti diusahain mencari yang cocok untuk kulit wajah agar pori-pori wajah tidak cepat membesar dan tidak membuat bedak pecah-pecah kalau entar hari sudah mulai sorean.
Lagian, kita gak boleh terlalu menghias diri (tabarruz). So,  sederhana itu lebih cantik dan gak aneh dipandang. :)

Hijab
Untuk hijab sendiri perlu disederhanakan. Kebanyakan orang-orang menggunakan metode hijab tuban saat kelulusan atau wisuda. Entah tujuannya apa. Padahal kebanyak hijab tuban tidak menutup dada. Kalau alasannya biar lebih elegant karena dapat dengan mudah dihiasin menjadi hijab bunga atau ditempelin accesories perak, itu mah masih bisa kok kalau pakai metode hijab lain. Yang pasti, metode hijab itu harus syar'i atau menutup dada. Misal nih, kalau pakai kerudung segiempat, tinggal kreasi ini sesuai kehendak, tapi ingat tutup dadanya, dan tentunya yang rapi, jangan asal-asalan. Kita kan mau hadir di acara formal. Kalau acara formal itu yang penting rapi. Gak usah ikut mode-modean. Kalau ada mode yang syar'i, mengapa kita harus ikut mode yang gak syar'i dan sudah ketinggalan zaman ?! Hehe.

Nah setelah sudah rapi dan menutup dada, dan pastinya menutup semua rambut-rambut kita, barulah kita tambahkan accesories. Yang sederhana aja, ya, accesoriesnya. Jangan berat-berat. Mau cantik, tapi ngeberatin diri sendiri? Gak usah deh! Bukan cuma ngeberatin kepala, tapi ngeberatin dosa juga, ya, kan?
Udah, deh... Pasti lebih cantik kalau syar'i dan menutup dada. Jadi, bisa percaya diri tampil ke depan saat pengalungan. Apalagi kalau diizinin menerima piala penghargaan. Hehe. Pasti lebih percaya diri, karena gak ada yang perlu dikhawatirkan sebab semua aurat kita sudah tertutup.

Atasan (kebaya)
Kebaya adalah pakaian peninggalan nenek moyang yang harus kita jaga kelestariannya. Tapi, setahu saya kebaya zaman dulu itu sederhana-sederhana saja, kok. Tapi, yah, mungkin zaman dulu ukurannya pas-pasan di tubuh. But, itu dapat ditolerir karena zaman dahulu agama Islam atau syari'at islam belum terlalu berkembang pesat. Jadi, ada beberapa yang tidak memakai jilbab saat mengenakan kebaya.

Terus, kita harus mengubah kebudayaan gitu biar kelihatan gak kentat??

Hemm, bukan seperti itu maksud saya. Bukan mengubah kebudayaan secara total. Kebaya tetap jadi budaya. Namun, kita kan adalah manusia. Makhluk yang diberi akal sempurna. Kalau menurut kita, kebaya seperti itu kurang baik untuk kita, mengapa terus kita pertahankan? Bukankan perubahan zaman itu sunnatullah? Jadi, apa salahnya merubah sesuatu yang kurang baik?
Jadi, kita sebagai seorang wanita yang insya Allah kelak akan menjadi wanita penghuni syurga harus dapat menjadi tokoh pembaharuan dalam fashion ini. Kenakanlah kebaya yang agak longgar di tubuh serta tidak berlubang-lubang atau berpori-pori dan menampakkan kulit. Pasti kalau ada tokoh pembaharuan yang memulai, wanita-wanita lain akan ikut mengenakan kebaya menjadi lebih baik dan anggun. Syar'i itu anggun, loh.. :)


Bawahan 
Masih berhubung dengan budaya zaman dulu yang mengenakan sarung helai sebagai rok kebaya. Seperti yang dikatakan sebelumnya, Islam belum terlalu berkembang pada zaman dulu, namanya juga zaman dulu, jadi masih belum ada perubahan ke arah yang lebih baik. Nah, karena kita adalah generasi yang sudah maju, kita harus mengupayakan revolusi dalam mengenakan rok atau bawahan ini.

Kalau dulu, biasanya memakan sarung helai yang dililitkan di tubuh secara pas-pasan sehingga menampakkan bentuk atau lelukan tubuh terutama pantat, maka kita sebagai generasi Islam harus bisa mencoba membuatnya lebih baik seperti misalnya lebih memilih menggunakan kain yang sudah dijahit (rok) dibanding dengan sarung helai. Terus rok itu jangan pas-pasan di tubuh, jangan buat bentuk tubuhmu kelihatan. Karena kamu itu berharga dan indah, jangan biarkan keindahanmu menjadi konsumsi umum. Karena yang namanya konsumsi umum biasanya yang murah-murah, ya, kan? Terus bisa cepat habis. Jadi, jagalah keindahanmu. Kalau bukan keindahanmu itu yang membuat kau berharga sebagai wanita, terus apa lagi? Kecerdasan? Masih kalah sama laki-laki mungkin. Jadi, emansipasi terbaik seorang wanita adalah menjaga kehormatannya. Itulah kelebihan yang dimiliki wanita.


Kalau desainnya sepertinya bisa bebas sesuai kreasi. Yang penting tadi adalah tidak menampakkan lekuk tubuh. Harus dibuat longgar. Selain sebagai keamanan, rok yang longgar juga dapat mempermudah pergerakan kaki. Jadi, gak dibilang lemot saat berjalan. Pasti sensi, kan, kalau kamu dibilang lemot ?

Alas
Yaa, saya tahu, kok, kebanyakan wanita ingin terlihat anggun saat berjalan. Dan itu dibuktikan dengan banyaknya koleksi sepatu yang dimiliki oleh wanita, dengan berbagai type dan warna.
Dan kebanyakan, alas yang dipakai oleh wanita saat perpisahan adalah highheels atau wedges. Yaa pokoknya yang ada 'hak' nya gitu biar bisa jalan kaya model. Hihi.

Gak usah ikut-ikutan model, deh... Tujuan kamu hadir di acara perpisahan itu, kan, untuk pengukuhan, berterima kasih dan meminta maaf kepada guru, berfoto-foto dengan guru biar bisa dijadikan kenangan, terus berfoto-foto juga dengan teman-teman baik seangkatan maupun adik-adik kelas, gebetan juga misalnya (yang ini jangan ditiru, itu salahsatu modus, hehe),  bahkan kamu juga bakalan memberikan pertunjukkan kenang-kenangan semacam pensi gitu nantinya. Yang pasti, kegiatan itu semua mengharuskan kamu bergerak aktif. Kalau kamu menggunakan sepatu yang berhak, pasti dan pasti bikin berat, lambat, dan mager (malas gerak). Itu bakalan membuat kamu ketinggalan momen-momen berharga buat mengenang kebersamaan bersama orang-orang tersayang.

Sayang banget, kan??
Makanya, pakai sepatu yang nyaman dipakai aja, deh. Yang gak ada haknya. Beruntung, kalau desain dan warnanya cocok sama pakaian kamu. Yaa itu tadilah... sederhana itu lebih cantik.


***
Nah, tadi itu beberapa opini saya berdasarkan pengalaman nyata yang barusan saya alami. Dan buruknya, saya telah mengambil putusan yang salah dalam hal berpakaian ini. Rugi uang, waktu, dan pahala, deh...


Well, semoga ada hikmahnya aja dibalik semua itu. Dan yang terpenting dari postingan ini bahwa jangan sampai kamu adik-adik kelas yang nantinya juga akan menjadi seperti saya di tahun ini, yakni lulus dan mengikuti acara perpisahan dan pengukukuhan, semoga kamu bisa lebih pandai dalam memilah-milih hal yang baik untuk kamu. Karena kalau kamu tidak menutup aurat dengan benar, ayahmu juga ikut menanggung dosanya. Gak mau, kan, membuat ayahmu memikul dosa yang kau buat?? Jadi, biar gak ada korban lain, maka terbesit di pikiran saya untuk mengshare pengalaman dan opini ini. Bukan bermaksud apa-apa. Saya juga tak lebih baik dari kalian. Buktinya, saya telah salah dalam memilih apa yang baik untuk saya. Namun, saya sayang adik-adik ataupun kakak-kakak sekalian. Jadi, biarkanlah pengalaman saya menjadi pelajaran berharga. Bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk kalian. :*

Nah... karena kamu adalah seorang MANUSIA. Yang diberi akal dan wujud yang sempurna, maka gunakanlah itu baik-baik. Akal yang bisa membuat kamu dapat memilih hal-hal yang baik untuk kamu dan orang-orang sekitarmu. Wujudmu yang sempurna harus dijaga, biar tidak menghasilkan dosa. Sebaliknya, gunakan wujudmu yang sempurna itu agar dapat menjadi ladang pahala. Misalnya, bekerja keras dan menuntut ilmu. Memotivasi manusia lain agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Dan, semoga 3 tahun yang kita lewati untuk menuntut ilmu ini, tidak membuahkan hasil yang sia-sia, melainkan ilmu itu dapat bermanfaat untuk kita. Terutama, dapat membuat kita selalu dekat dengan-Nya, lebih mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk, lebih membuat kita dewasa dan bijak dalam menghadapi segala problema.

Percayalah, 3 tahun yang kalian pikir gak terasa itu sebenarnya kerasa BANGEEETTTT...
Cuma memori otak kita aja yang tidak mampu mengingatnya secara keseluruhan. Itulah MANUSIA, dibalik kesempurnaannya, selalu Allah selipkan kekurangan, agar ia tidak lupa bahwa sebenarnya ia adalah makhluk yang hina, agar ia tidak lupa bahwa dia hanyalah seorang HAMBA, yang fakir akan segalanya, hanya dengan mengingat dan bergantung pada Allah SWT sajalah yang dapat membuatnya sempurna.


Terakhir, doakan saya agar tidak lagi menjadi korban dari pilihan yang salah. Doakan saya agar selalu berada di jalan dan pilihan yang benar, pilihan yang Allah SWT ridhoi. Aamiin ya Rabbal 'alamin.


****
Ngantuk ehhh, sudah dulu, yaaa
btw, postingan mengenai hasil snmptn nanti di postingan selanjutnya.
Maaf yaaa.... karena postingan ini dulu yang diupdate. Baru entar postingan snmptn.
Oke, bubbyee~

17 Mei 2016

National EXAM is OVER !




Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh (for Muslim)
and Hello for you, all ~

Huhhh, saya hampir gak sadar kalau ini postingan pertama di tahun 2016. Ya Allah... kemana aja saya selama ini ???
Maafin liya, yaa.. mungkin banyak komentar teman-teman yang belum sempat saya balas. Dan baru kali ini saya bisa bikin postingan lagi, berhubung belum ada kesibukan tertentu (?) Jadi, insya Allah kalau saya mampu, saya bakal balas komentarnya. Tapi, kalau emang pertanyaan atau permintaaan kalian di luar kemampuan saya, maka maafkan saya gak bisa membalasnya.

Well, jadi selama ini saya kemana?

Yap, jadi selama ini saya sibuk. Berhubung saya anak kelas 3, ya begitulah, seperti biasanya. Awal tahun a.k.a awal semester 2 bakal dipenuhi dengan pikiran-pikiran macam "ulangan-praktik-rencanasnmptn-ujiansekolah-ujiannasional-ujianptn"  dan lain sebagainya.
Jadi, maklumlah kalau awal tahun dari bulan januari sampai bulan april gak ada postingan satu pun.
Awal januari, fokusnya cuma ke ujian aja, baik uhar, uas, maupun UN. 
Yah you know lah kalau tahun ajaran kali ini UN berbasis Komputer, jadi banyak persiapannya. Seperti trial ngerjain UN dengan software di laptop sendiri, sampai komputer di sekolah. Bahkan, saya sudah siap sedia bawa laptop ke sekolah, kalau-kalau komputer yang bakalan saya gunain entar ada masalah teknis. Hihihi. Mau nangis rasanya kalau jadi angkatan kami ini. 

Tapi, Alhamdulillah.... tak ada yang sulit selama kita berusaha dan berserah diri  kepada Allah. Dan jangan lupa juga doa. Love banget sama orang-orang sekitar yang senantiasa mendoakan terbaik untuk kami, menyemangati kami, bahkan kami sendiri harus menyemangati diri kami sendiri. Kalau enggak, kami bakalan down juga entar pas hari H nya.

Persiapan buat UN? Kalau saya pribadi cukup banyak sih, tapi gak terlalu mengkoorsir fisik juga. Cukup dengan belajar soal-soal saja. Tapi, cari soal yang cukup menantang biar kita gak cuma menjawab langsung, tapi kita juga bakal membuka-buka buku lagi, mengupas-ngupas lagi, mengulak-ulik ingatan kita lagi, membongkar tumpukan-tumpukan ingatan kita mengenai materi itu. Jadi, point pentingnya adalah membongkar ingatan kita, dengan modal satu soal itu, kita bakal mengingat beberapa materi lain yang saling berhubungan. 
Terus dalam belajar, komputer gak bisa lepas dari pandangan, monitor jadi pemandangan harian begitulah istilahnya...hihi. Karena emang gitu, kan? Namanya juga UNBK. Jadi, kita harus mengasah kemampuan kita dulu, istilahnya pemanasan dulu lah sebelum bertanding. So, buku UN yang saya beli di Gramed itu ada bonus CD software UNBK, alhasil saya bisa mencoba belajar dengan software itu, supaya terbiasa entar pas ujiannya.

Ujian Praktik ?
Lumayan lah.. gak semua mapel diujikan dengan praktik, cuma Pai, Pjk, dan beberapa mapel sains.
Nah, pas ujian praktik Pjk itu, saya harus bersabar karena tubuh gak mendukung. Alhasil saya gak bisa ikut ujiannya. Ditundalah..

Nah... kalau enggak salah habis ujian praktik, kami dihadapin sama pilihan fakultas dan prodi buat ikut di jalur undangan SNMPTN. Tapi sebelumnya, gak semua siswa mendapat kesempatan ikut dalam SNMPTN. Tergantung akreditasi sekolah. Alhamdulillah sekolah saya memiliki akreditas A, jadi 70% siswa punya kesempatan ikut jalur SNMPTN ini. Dan Alhamdulillah nya lagi, saya termasuk dalam 70% tsb.  Seleksi dilakukan dengan berdasar pada nilai raport sem 1 - 5. 
Selama pengisian data tsb, banyak terjadi trial and error, namun syukurnya semua dapat teratasi karena para teknisi di sekolah yang handal. Kalau sampai gak bisa teratasi, maka berisiko pada kesempatan siswa.

Pada masa-masa itu, hal yang tersulit bagi saya adalah menentukan prodi apa yang saya pilih. Kalau Fakultasnya sendiri, saya sudah fix dengan universitas yang dekat dengan wilayah sendiri. Banyak juga sih orang sekitar yang nyaranin untuk ngambil fakultas di luar kota, tapi entah kenapa saya gak bisa ninggalin kota ini terlalu lama dan terlalu jauh. Mungkin karena saya tipe orang yang tidak cukup kuat untuk menahan rindu. hihi. terutama dengan kedua orangtuaku tersayang, serta kakak sama adik-adikku yang nyebelin. Walaupun nyebelin mungkin suatu saat ketika kami saling jauh, air mata saya bakalan menetes mengingat mereka.

Dan hari demi hari berlalu, diskusi terus dilakukan dengan ortu, pendapat teman juga diambil dan dipikirkan kembali, alhasil prodi yang saya pilih adalah Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi. 
Ya Allah... kedua prodi yang sangat mulia, kan? Juga sangat sulit didapatkan.


Saya hampir putus asa, dan berpikir saya telah mengambil putusan yang cukup sulit dengan persentase satuan persen saja untuk bisa lolos dalam PD dan KG itu. Beberapa persiapan untuk SBMPTN sudah mulai saya lakukan, les secara online, beli buku SBMPTN, cari-cari info tentang SBMPTN, dan lain-lain. Pokoknya, saya bisa dibilang pesimis saat itu.

Saya tahu, banyak banget siswa-siswi di luar sana yang menginginkan kuliah di FK PSPD dan FKG. Namun, dengan niat karena Allah ta'ala saya berani mengambil keputusan itu. Ya Allah... semoga saya dapat lolos dan mampu menuntut ilmu di pilihan saya itu. Dan semua ilmu itu berkah untuk kehidupan saya maupun untuk kemaslahatan umat. Aamiin. Orangtua, teman-teman, dan guru-guru baik guru spiritual dan lain-lain senantiasa mendoakan untuk kebaikan saya. Alhamdulillah.... 
Tak hanya usaha, tapi doa-doa terus dipanjatkan agar semua berjalan baik dan lancar, ujian-snmptn-uas, dll.

Dan... ketika UN telah selesai dan SNMPTN diumumkan, saya mendapati bahwa...............


BERSAMBUNG di post selanjutnya, yaa...
Sudah malam nih, ngantuk ~~ hoammm.
Jangan begadang, yaaa..
good night ~ :)


This entry was posted in