31 Juli 2012

24 Juli 2012

CERPEN FANTASI SERU FREE GALAXY

FREE GALAXY
Karya : Awaliya Nur Ramadhana


“Kel… Kakak beli novel baru..! Kamu mau baca, tidak..?!” Teriak Clia.
“Sorry, Kak. Aku bukan tipe orang yang suka baca. Kau tahu, kan, adikmu ini terlalu alergi dengan yang namanya buku.” Sahut Kela santai masih dengan kedua mata yang serius menonton film fantasi.
“Heh… aku tahu ! aku cuma mau mengubah anggapanmu tentang buku. Emm, mungkin alergimu itu permanen, ya..?!”
“Yah, begitulah..Udah,  hush… pergi sana!  Kau punya kamar sendiri, kan?”
“Ya iyalah…! Udah yah… lebih baik aku baca buku. Kau bakal rugi, deh!” ujar Clia lalu beranjak pergi ke kamarnya.
“Yah, setidaknya, kerugianku tak sebanding dengan kerugianmu. Film ini akan lebih mengasyikkan daripada buku yang kau beli.” Kela tak mau kalah.
Begitulah perseteruan kakak-beradik yang punya karakter superbeda jauh. Kau tahu sendiri, masalah ini akan berakhir dengan acara saling mengejek. Ah, kau pasti tahu! Kecuali kau anak tunggal.
Hey, apa maksudmu?! Saudaramu lebih dari itu…? Hahaha… Sudah! Sabar saja. Kalian pasti akan berubah saat dewasa nanti.
Hah… lama sekali?!
Hey, harus ada proses!
Tapi dia menyebalkan…!!
Tak  usah diladenin.
Tapi dia… supernyebelin dan emosiku memuncak!
Hey, hey, hey…. Bukannya kita mau meneruskan cerita ini?! Nanti saja curhatnya.
Clia tak sengaja meninggalkan satu buku yang baru dibelinya tadi di kasur Kela. Dan kau tahu…? Buku itu judulnya sama persis seperti judul film yang ditonton Kela, ‘FREE GALAXY’. Cerita fantasi yang masih berlatar belakang tentang kehidupan remaja. Yah, spontan Kela berteriak histeris.
“WAHHH……  apa ini..?!! Hey, Clia..! kau meninggalkan satu virus di kamarku!” teriaknya tak berani menyentuh buku itu.
“O-ow.. Kembalikan padaku !” Sahut Clia.
No Way, buku ini akan berhasil membuatku gatal-gatal..” gumam Kela.
“Eitss…  Free Galaxy..?! Inikan film yang kutonton. A… tanganku mulai gatal. Bukan karena alergi buku, tapi aku penasaran dengan buku ini. lagipula.. film yang kutonton selalu dipotong tiap minggunya.. dan selalu saja meninggalkan rasa penasaran bagi penontonnya. Aha! Mungkin aku bisa mencari kelanjutan cerita film itu di buku ini. Ha.. ide yang bagus, Kel..” ujar Kela dalam hati.
Kela mulai membaca satu-persatu halaman buku itu. lalu membacanya.
“Em.. persis seperti film itu. Ini sangat mengasyikkan !!” Seru Kela. Ia langsung mematikan televise yang memuat film seperti buku yang dibaca Kela.
“Hey.. halaman apa ini? Hanya terdapat sebuah lingkaran berisi tinta hitam yang menempel lekat.” Kela terkejut.
“Apa terjadi kesalahan dengan percetakannya?” Ucapnya lagi. Kela terus memandangi lingkaran itu. Tak beberapa lama, ia mulai mengantuk … HOAM… dan tertidur !
Zzzz….Zzzzz….
“Hoam… di mana aku? “ tiba-tiba saja Kela berada di sebuah desa terpencil yang mungkin kelihatan sangat….  MODERN !! Bayangkan saja,  di sini tak ada istilah mobil, sepeda motor, bis atau sebagainya. Yang ada di sini… Becak terbang!! Apa? Becak terbang?! Iya ! Itukan satu-satunya kendaraan yang ada di Free Galaxy.
Kela mencoba menjelajahi setiap sentimeter desa itu. semuanya sangat berbeda dari desa-desa yang pernah ia kunjungi.
“Hey, Kau siapa?” tiba-tiba saja seseorang menepuk bahunya. Kela menengok ke belakang.
“Woooww… kau terbang?!” Seru Kela.
“Sepertinya iya.. aku tanya, kau siapa?” Tanya seorang laki-laki yang kira-kira seumuran dengan Kela.
“Aku Kela. Emm… aku tahu kau! “ Kela tiba-tiba ingat dengan salah satu tokoh yang ada di film Free Galaxy. Bertubuh tinggi dengan warna rambut keemasan.
“Kau… Erland, kan? Tokoh yang ada di Free Galaxy. Dan kau tokoh favoritku.” Ujar Kela bangga.
“Emm.. Tepat! Kelihatannya kau sangat tahu tentang Free Galaxy?” Tanya Erland.
“ Itu jelas..!! Aku selalu menontonnya di televisi.” Sahut Kela.
“Ya, itu bagus. Bolehkah aku mengetahui akhir dari cerita itu? Aku ingin tahu tentang masa depanku!” pinta Erland.
“Masa depanmu? Oh, mungkin aku tak tahu. Aku baru menonton episode 7. Kira-kira 3 episode lagi.” Sahut Kela.
“Ah, sial! Seandainya kau baca buku !Pasti kau tahu akhirnya.” Gerutu Erland.
“Itu mustahil. Yang kulihat, hanya ada lingkaran hitam di akhir buku itu.” Bentak Kela.
“Hey, itu pasti kuncinya ! di balik lingkaran itu ada akhir ceritaku.”
Sementara Erland menebak-nebak, Kela mencoba berdialog dengan tokoh idolanya tersebut.
“Tenang saja, Er. Pasti akhir ceritamu menyenangkan, karena kau tokoh utama dan protagonist.”
“Semoga begitu.”
  Mereka pun pergi menelusuri desa modern itu. Desa yang sangat bersih, pikir Kela. Di sekitar desa terdapat pepohonan yang luar biasa. Pohon itu punya buah-buahan yang beraneka ragam dan tak akan pernah habis. Hampir seluruh wilayah desa itu, dipenuhi dengan buahan. Persis seperti film Free Galaxy dan itu membuat rasa percaya Kela semakin besar.
“Er, kau lihat itu ?!” Kela menepuk bahu Erland dengan jari telunjuk ke arah sebuah gubuk reyot yang sangat tua.
“Gubuk kecil itu ?”
“Tepat..!!  Itu tempat ibumu di sandera Frontalteen.” Ujar Kela senang. Akhirnya, ia bisa membantu misi berbahaya yang ditanggung Erland.
“Kau yakin ?!’’ Tanya Erland ragu. Ia tak pernah melihat gubuk itu sebelumnya.
“Tentu saja ! Setidaknya, itu yang terakhir kubaca di hampir akhir halaman buku Free Galaxy.”
“Aku tidak yakin. Dan kau tahu ?! Gubuk itu terlalu kecil untuk ukuran tubuh 11 orang Frontalteen.” Dengus Erland masih ragu.
“Tapi, aku yakin ! Dan kau diceritakan menemukan ibumu di sana. Tolong, percayalah padaku !” Pinta Kela.
“Aku rasa…..Em…Eh… Ayo cepat  !!!” Kita ke sana !” Seru Erland tiba-tiba.
Segera mereka masuk ke dalam gubuk itu. Apa yang mereka lihat ……..???
“Woow….  Ini hebat !!” Seru Kela.
“Luas sekali ruangan di dalam gubuk ini. Sungguh, ini ajaib..!!” Puji Erland.
“Kau benar. Padahal luarnya kelihatan sangat kecil.” Sahut Kela.
“Ya. Aku yakin, mereka ada di sini.” Ujarnya lagi.
“Ayo cepat kita cari !”
Mereka bergegas memasuki setiap lorong yang ada di gubuk itu. Hingga akhirnya, mereka mendengar suara jeritan.
Dovallo. Dovallo.” Teriakan itu seperti teriakan minta tolong. Bahasa di desa ini, sebagian berbeda dengan bahasa yang lainnya.
“Er, itu ada suara teriakan ! Tapi seperti orang mengeluh !” ujar Kela.
“Bukan !! Itu suara minta tolong. Tapi itu tidak seperti suara ibuku.” Ujar Erland kecewa.
“Kau tahu ?! Frontalteen itu cerdas. Mereka bisa saja mengubah sinyal suara di dalam gubuk ini menjadi suara yang lain. Dan, kau pasti merasakan bahwa suara jeritan itu adalah suara ibumu..!!” Jelas Kela.
“Benar ! Kau juga cerdas. Berarti, kita harus mencari sumber suara itu. Ayo cepat !!” Seru Erland. Kini, ia mulai mengerti taktik Frontalteen.
Mereka masuk ke sebuah lorong yang sangat gelap. Tapi ada secercah cahaya kecil yang terlihat di balik lubang kunci pintu.
“Kel, pintu ini tidak dapat di buka !” Keluh Erland.
“Hey, kau lupa ?! Pintu ini, kan, dikunci dengan mantra.” Ujar Kela.
“Yeah !! Benar. Tapi mantranya apa ?”
“Aku pernah menonton adegan Frontalteen saat membuka pintu kamar ibumu. Saat itu, ia mau menculik ibumu. De Mozva Caredo. Itu mantranya !!”  Ujar Kela.
Seketika itu pun, pintu terbuka. Ternyata benar ! Ibu Erland di sandera dengan kedua tangan dan kaki terikat.
“Ibu…” teriak Erland segera menghampiri ibunya.
“Kau merasa aneh ? “ celetuk Kela.
“Kenapa ?” tanya Erland sambil mencoba melepaskan ikatan di tangan ibunya.
“Anggota Frontalteen tidak ada di sini !!”
“Kau benar ! Ini aneh. Kita harus segera pergi dari sini !!” Teriak Erland.
“Jangan ucapkan itu !!!” Seru Kela.
“Kau menyebut mantra itu. Kau tahu ?! Kau akan membuat semua pintu di gubuk ini terkunci.” Jelas Kela.
“Maksudmu, kata PERGI ?! “  Seketika itu pun semua pintu tertutup.
“Ayo cepat kita pergi !!!”
“Terlambat, Er.  Semuanya sudah tertutup.” Ujar Kela mengeluh.
“De Mozva  Caredo !!!  De Mozva Caredo !!!” Erland mencoba membaca mantra. Tapi mustahil , semua itu tak berlaku lagi dalam keadaan seperti ini.
“Ya ampun !! Bagaimana ini ? Kita akan terkurung di sini. “ Kela panik. Tak sengaja, ia meneteskan air mata dan membayangkan saat ia membaca novel kakaknya itu.
“Sabar, Kel. Jangan panik. Kamu akan membuat semuanya semakin kacau.”
“HAHAHAHA !!!”  Ketua Frontalteen datang.
“Ibu.. Kela… Selamatkan diri kalian !!” Teriak Erland.
“HAHAHAHA !!! Tenang, Erland. Aku tidak akan menyakitimu dan mereka, jika kau bisa bertarung denganku.”
“Kau mau apa ?!” Erland semakin sengit.
“Kalian harus bisa menjawab pertanyaanku. Jangan sampai waktu habis. Dan ingat !! Yang paling sedikit benarnya, dia harus rela mengorbankan nyawanya.”
Erland langsung terkejut dan tidak bisa menyetujuinya.
“Hah..!! Bagaimana mungkin ? Itu curang ! Kau terlalu nekat !!” Teriaknya. Kela menelan ludah dan ikut bicara.
“Sudahlah, Er. Ini jalan satu-satunya. Kalau tidak, kita akan terperangkan di sini selamanya. Dan aku tidak mau !“ Ujar Kela.
Ibunya Erland hanya diam dan pasrah. Erland berpikir sejenak dan…
“Baiklah..” ujarnya singkat.
Pertarungan segera dimulai.
“Ini pertanyaan pertama dan termudah. ‘Binatang tercepat larinya?” tanya ketua Frontalteen.
Kela berpikir keras. Namun, Erland segera menjawabnya karena waktu yang diberikan hanya 10 detik.
Cheetah ! seru Erland.
“Benar. Selanjutnya, Kantor Berita Korea Selatan ?” tanya ketua. Segera Ibu Erland menjawab.
HAPDONG !
“Benar. Selanjutnya, Bunga Kebangsaan Indonesia ?”
Kini, Erland dan ibunya tidak bisa menjawab. Hanya Kela yang bicara.
Melati ! Ujar Kela gugup.
“Benar ! Soal keempat, apa itu Ailurofobia ?”
Erland sontak terkejut dan merinding. Ia sangat tahu arti kata itu.
“Yaitu gangguan kesehatan saraf dengan ciri-ciri takut pada kucing.” Jawab Erland.
Kela tersenyum kecil memandang Erland yang kelihatan gugup.  Ia pasti tahu, kalau Erland salah satu orang yang terkena Ailurofobia.
“Benar ! Ini waktunya ! Soal terakhir. Salah satu diantara kalian harus bersiap-siap.”
Kela dan ibunya Erland tak sanggup menelan ludah. Mereka saling pandang. Salah satu dari mereka berdua harus rela mengorbankan nyawanya. Ibu Erland meneteskan air mata. Kela yang melihatnya, tak sanggup membiarkan wanita itu ditahan Frontalteen. Dengan yakin, ia sudah mengibarkan bendera putih. Ia rela jadi korbannya.
“Dengar !! Negara penemu 22 huruf Abjad ?”
Kela dan Ibu Erland masih diam. Mereka sama-sama tidak rela jika satu diantara mereka berdua jadi korban atas jawaban mereka. Kela mencoba memberi isyarat ‘jawab-jawab-saja-Bu’ kepada Ibunya Erland. Sementara, ibunya Erland ‘kamu-saja’. Kela tak mau kalah, ia terus membujuk ibu Erland. Selain karena ia tak rela, ternyata ia juga tak tahu jawabannya. Waktu tinggal 3 detik. Sekejap kilat, Ibu Erland menjawab,
Phoenicians !
Seketika itu pun alarm berbunyi. Sebuah penjara telah mengurung Kela. Erland terkejut, ia mencoba mengeluarkan Kela. Namun, perjanjian tetap perjanjian. Erland dan ibunya selamat. Mereka kembali ke desanya yang makmur itu. Sementara Kela rela mengorbankan nyawanya demi tokoh film Free Galaxy itu.

“WOYY….!!!  Bangun !!” Teriak Clia.
“Apa !! Di mana aku ? Hah.. Apa kamu Frontalteen ?” ujar Kela refleks.
“Ya ampun.. Mimpi, ya ?! Kela, kalau aku Frontalteen, berarti kamu Frontaltoon.” Canda Clia.
“Kamu Clia, kan ? Jadi.. hanya mimpi ? Oh.. syukurlah !” Kela lega.
“Mimpi apa ? Kamu terlalu menghayati mimpi. Makanya, berdo’a sebelum tidur !”
“Aneh..!” Kela masih tidak percaya dengan mimpinya. Segera ia mengambil buku Free Galaxy dan langsung membaca halaman terakhir.
“Seorang pahlawan misterius membuat Erland dan Ibunya kembali dalam kebahagiaan. Jadi, pahlawan itu aku ?” Kela semakin bingung.
“Eh, kembalikan bukuku. Nanti kau alergi.” Teriak Clia.
“Tunggu…! Ternyata akulah pahlawan misterius itu, Kak !”
“Terserah kamu ! Kembalikan bukuku !”
“Kalau tidak percaya, lihat halaman ini. Erland memanggil namaku.” Ujar Kela.
Clia membaca halaman terkahir itu. Ternyata benar ! Erland memanggil nama Kela.
Clia menatap tajam Kela.
“Siapa KAMU ??!!”
THE END


19 Juli 2012

NOVEL TENTANG PERSAHABATAN SEJATI (PART 1)


Hay All....Sekarang mau publikasikan novel karyaku sendiri. Ini bertema tentang sebuah persahabatan. Novel ini saya publikasikan sedikit demi sedikit.  Jika kalian baca ceritanya  sedikit agak gak nyambung, sih ! Tapi menurut saya, ini novel terbaik yang pernah saya buat ( karena hampir semua nama tokoh, saya ambil dari nama teman-teman saya ).  So, read this !!

At First Sight

Suara Burung Berkicauan bagaikan bernyanyi gembira menyambut pagi. Sang surya yang terbenam, kini terbit menyinari bumi. Terlihat seorang gadis termenung di taman sekolah.
“Hey...Adin..!!!!” salah satu dari teman baiknya datang mengejutkan.
“Ih.. Ell..Ingat nih jantung gue. Kalau gue mati, ntar siapa yang ngurusin loe!” Bentak gadis bernama Adin itu.
“Loe sih, ngelamun terus. Mikirin apa, Din?”
“Gak mikirin apa-apa kok. Gue lagi bĂȘte aja “ Jawab Adin ketus.
“Emm..Masa?! Kayaknya ada yang gak beres, nih!”
“Apaan? Gak percayaan banget, sih!”
“Iya,iya. Jangan ngambek, neng! Tapi, tumben pagi-pagi gini loe udah ada di sekolah. Biasanya kan telat terus”
“Emm.. hari ini kan ada pelajaran Biologi. Jam pertama lagi..!”
“Oh.. Ya udah. Gue masuk dulu, ya!”
“OK.. Gue juga mau masuk..Ntar istirahat temenin gue jajan, ya”
“OK, boss!!” Jawab Ella.
Kedua sahabat itu pun masuk ke kelasnya masing-masing. Kebetulan kelas mereka berbeda.



Di dalam kelas Adin…
Bu Zainab, guru IPA Biologi di kelas Adin. Orangnya sangat baik dan lemah lembut. Jadi gak heran, kalau murid-muridnya sangat suka dengan pelajaran Biologi. Selain itu, Bu Zainab juga mengajarkan mereka tentang tips-tips menjaga kesehatan dan memberikan info tentang flora dan fauna yang ada di lingkungan, baik yang berbahaya maupun yang bermanfaat. Murid-murid di kelas Adin sudah menganggap Bu Zainab sebagai ‘Internet Berjalan’ karena info-info yang ia berikan sangat bermanfaat.

Noot…Noot
Jam istirahat tiba. Adin kelihatan bosan di kelas terus. Akhirnya ia pergi ke kelas sahabatnya,Ella.
“Nis, panggilin Ella,dong!” Pinta Adin ke salah satu temannnya yang sekelas dengan Ella.
“Ell… Dipanggil Adin tuh!” teriak Nisrin.
“Nggak,ah. Suruh Adinnya aja yang masuk. Gue lagi sibuk,nih.” Jawab Ella.
Adin masuk ke dalam kelas itu. Ketika Adin masuk, ada seorang anak cowok di kelas itu mandangin dia terus. Adin gak menghiraukannya. Ia pura-pura cuek padahal ia tahu itu.
“Hay, Din. Ngapain loe ke kelas gue ? Tumben loe jalan ke sini. Biasanya ngurung diri di kelas, n pasti gue terus yang nyamperin loe.” Canda Ella.
“Gak papa. Gue bĂȘte aja di kelas. Lagian, gue kan mau jajan sama loe.”
Sorry, nih. Gue gak bisa nemenin loe jajan. Gue harus ngerjain nih PR. Maklum, di rumah kan gue sibuk banget”
“Yah.. Ell. Loe sibuk apa males? Eh, BTW. Loe lihat cowok itu,gak? Siapa sih namanya? Dari tadi ngelirik gue mulu.”
“Oh, namanya Firgo. Masa loe gak tau, dia itu kan kapten basket. Jangan-jangan Firgo suka ma loe, Din! Hahaha…” tawa Ella membuat orang-orang di kelas itu bingung.
“Rese’ loe. Masa iya dia suka sama gue yang kuper, jelek, and apa ajalah” Ucap Adin.
“And punya banyak kelebihan. Loe itu kuper plus-plus..” Timpal Ella.
“Ah… Terserah loe aja,deh.”
Noot…Noot… bel masuk berbunyi.
“Ell..gue cabut dulu,ya!”
“OK, boss!!”

Noot… Noot… Bel pulang berbunyi. Adin dan Ella pulang bersama. Tanpa mereka sadari, Firgo mengikuti mereka. Tiba-tiba Ell dan Adin berhenti sebentar. Firgo pun ikut berhenti.
“Din, kayaknya Firgo ngikutin kita,deh” bisik Ella.
“Iya, Ell. Kita nyebrang aja, yuk.”
“Iya. Ayo cepat!!!”
Adin dan Ell bergegas menyebrang. Firgo yang merasa dicurigai pun berhenti mengikuti mereka.

TOBE CONTINUED.......





09 Juli 2012

Linkies


Friend's Links Always OPEN

Cici Riri Mimi Yaya Fatin Mayra Ecah Falya Khonsa Dinda Maila Nabila Atiqah Qihah Wana Una Aisyah Hafiz Dila Farah Zaty Dina Miraa Ain Sootus Shabrina Berry Jaera Ayuni Adelia Yumna Dira Koka Vladi Safira


Exchange Banner CLOSED.____.

01 Juli 2012

TRIK TIPS CHEAT TUTORIAL VIRTUAL VILLAGERS 2 THE LOST CHILDREN



Setelah berhasil menyelesakaikan semua puzzle game virtual villagers 1 yaitu a new home
sekarang tertantang lagi buat nyelesain virtual villagers 2 the lost children,
emang, sih, yang kedua agak lebih sulit, sampe-sampe ngorbanin 
waktu yang lama untuk menge-check keadaan trible.

Nah, bagi yang kepingin menangin  nyelesain puzzle di virtual villagers 2, 
ini ada sekedar tips and trik buat kalian...

nyok, check





Puzzle 1 
melibatkan membangun api di api unggun. Tarik salah satu penduduk Kalian ke tumpukan kayu kering di bagian barat daya desa untuk mengumpulkan kayu bakar. Setelah kayu ditempatkan di api unggun, drag penduduk ke rumput sangat kering yang dapat ditemukan di sebelah barat pohon kelapa. Setelah kayu bakar dan rumput kering telah ditempatkan di api unggun, tarik warga di sana untuk menyalakan api. Kalian harus mengisi kayu bakar secara berkala untuk menjaga api tetap menyala.


Puzzle 2 
adalah pembangunan bendungan yang akan mengalirkan air dari sungai ke area yang dapat digunakan untuk pertanian. Setelah Kalian meungupgrade Tingkat 2  Tech Engineering , drag seorang penduduk ke bebatuan yang berada di tengah bagian bawah sungai. Kalian akan melihat pesan, "He/she could probably build a dam here"




Puzzle 3 
adalah pembuatan orang-orangan sawah untuk melindungi pertanian dari burung. Setelah Kalian menyelesaikan bendungan (dan memiliki pertanian), tarik seorang master farmer untuk memutar potongan-potongan kayu dan tanaman merambat yang terletak di bagian utara desa. Orang-orangan sawah membutuhkan dua tahap untuk menyelesaikan, jadi pastikan bahwa Kalian menyelesaikan keduanya, atau tanaman Kalian tidak akan dilindungi.

Tips : setelah selesai membuat sawah, langsung aja selesein misi ini, karena kalian akan kehilangan sawah jika gak cepat-cepat bikin orang-orangan sawah




Puzzle 4
 adalah Penciptaan alat pemotong khusus yang akan dibutuhkan untuk memotong vegetasi di beberapa bagian desa. Setelah membeli Level 2 Eksplorasi Tech, seret seorang master scienties untuk bagian utara desa tempat ia akan melihat sesuatu di antara bebatuan dekat potongan twisted kayu dan tanaman merambat (mencari hal-hal yang menyerupai ujung tombak yang berkilau sedikit yang datang dari mereka ). Ilmuwan Kalian akan melakukan perjalanan kedua untuk menyelesaikan alat, sehingga membawanya ke kayu memutar dan tanaman merambat (di mana Kalian mendapatkan bahan untuk orang-orangan sawah) untuk mendapatkan bahan yang diperlukan.

Ini gambar setelah kalian selesai memotong vegetasi tanaman




Puzzle 5 
selesai ketika desa Kalian belajar penguasaan enam tanaman khusus yang terletak di berbagai desa. Drag seorang master scienties untuk meneliti tanaman-tanaman tersebut. Tanaman tersebut yaitu (awal di bagian barat laut dari desa dan bergerak searah jarum jam): tanaman aneh di samping rumput sangat kering, bunga biru antara duri dan bebatuan, bunga lavender kecil di ujung utara dari kuburan, bunga-bunga hitam di dekat air terjun, bunga-bunga merah cerah selatan situs bendungan, dan bunga oranye-merah besar di ujung selatan desa.

Puzzle 6 
selesai bila Kalian telah cukup melatih warga untuk menjadi master dalam tiga keterampilan. Penduduk desa menjadi Penatua terhormat, dan totem akan dibuat untuk memperingati status baru mereka di desa.



Puzzle 7 
adalah penghapusan ganggang di lautan yang disebabkan oleh over fishing. Setelah membeli Level 3 dari Tek Pertanian, drag seorang petani master atau ilmuwan master untuk kolam air terjun, di mana mereka akan mengumpulkan ganggang pemakan ikan yang mereka dapat digunakan untuk terisi kembali laut. Setelah ikan yang cukup telah ditempatkan di laut, ganggang akan hilang, dan penduduk dapat memancing tanpa batas.

Cari ikan pemakan ganggang di kolam air terjun


Puzzle 8 
adalah penghapusan tanaman merambat yang menutupi dinding di sisi timur desa dekat air terjun. Setelah Kalian membeli Level 3 dari Tek Kebudayaan dan telah menyelesaikan Puzzle 4, tarik seorang penduduk desa ke dinding pohon anggur yang tertutup dan mereka akan mulai memotong tanaman merambat.

Tuh, ada gambar-gambar di dinding bekas tanaman merambat






Puzzle 9
 adalah kemampuan untuk membuat semur berbagai desa Kalian. Untuk membuat sup, Kalian akan harus membeli Level 2 Eksplorasi Tech, ambil kuali dari tumpukan kayu, menguasai setidaknya salah satu tanaman khusus, dan pastikan api unggun tetap menyala. Langkah-langkah untuk membuat sup adalah: 1) Drag seorang penduduk untuk meletakkan kuali di atas api 2) Jatuhkan penduduk  di kuali lagi, dan ia akan pergi mendapatkan air untuk rebusan 3) Jatuhkan desa pada salah satu tanaman dikuasai, dan orang desa akan mengumpulkan 3 tanaman  herbal untuk rebusan. Yakni: tanaman aneh di samping rumput sangat kering, bunga biru antara duri dan bebatuan, bunga lavender kecil di ujung utara dari kuburan. 4) Jatuhkan penduduk di kuali lagi, dan ia akan pergi mendapatkan makanan untuk menambah rebusan. Ketika rebusan selesai, warga akan bergerak ke kuali. Beberapa minuman yang baik, beberapa buruk, dan beberapa membuat desa Kalian melakukan hal-hal menarik. Bereksperimen dan bersenang-senang dengan mereka. Kalian juga dapat menemukan "buku resep" yang berbeda yang telah dibuat untuk permainan yang mengandung semua kombinasi rebusan.

gambar kuali dekat api unggun, jika ingin membuatnya tinggal tambahin resep dengan herb.




Puzzle 10
 memerlukan Level 3 dari kedua Teknik Tech dan Tek Budaya. Drag seorang desa ke lantai ditutupi kuno di bagian tenggara desa dan mereka akan mulai mengungkap situs.



Puzzle 11 
adalah pembangunan rumah sakit. Setelah Kalian membeli kedua 3 Tingkat Teknik Tech dan Kedokteran Tech,  kontruksi akan muncul dekat hut di ujung selatan. Dan mulailah membangunnya.




Puzzle 12 
adalah pembangunan sebuah gubuk jahit, yang akan memungkinkan Kalian untuk mengubah pakaian yang desa Kalian kenakan. Setelah Kalian membeli Tingkat 2 dari kedua Kebudayaan Tech dan Ilmu Tech, kontruksi akan muncul dekat hut di ujung selatan.



Gambar gubuk jahit, dan kalian bisa mengganti pakaian penduduk di sini







Puzzle 13-16 adalah potongan dari Falun of Wonder. Empat buah dapat diambil dengan cara berikut:

1. Sebuah tim yang terdiri dari 3 master builder dapat membuka peti di pantai, di mana salah satu bagian yang disembunyikan.

2. Setelah membeli Level 2 Eksplorasi, desa Kalian dapat menghapus tanaman merambat di utara desa. Maka otomatis, kalian  juga akan mengungkapkan sepotong gong.


3. Siapkan rebusan ajaib yang akan memungkinkan salah satu desa Kalian menyelam untuk bagian gong tenggelam di kolam. Tumbuh-tumbuhan yang dibutuhkan untuk itu rebusan sihir adalah: salah satu bunga hitam di dekat air terjun dan dua dari bunga merah-oranye di sisi selatan desa. Gambar-gambar dari tumbuh-tumbuhan yang dibutuhkan dapat dilihat pada gambar di dinding setelah tanaman merambat telah dihapus.


4. Setelah menyelesaikan Puzzle 6 dan 10, drop totem di pusat dari mosaik  untuk mengungkapkan sepotong gong.

Setelah gong dirakit Kalian dapat melakukan percobaan dengan efek yang telah ada di desa kalian. Kalian bisa bunyikan gong sekali setiap 24 jam.



Nah, 
ini puzzle saya, 
masih tiga puzzle yang belum selesai,
ini karena : membuat totem harus memiliki 3 master di masing-masing keahlian
Lah, tribe saya masih kurang 1 master builder. 
Kalaupun ada, pasti 1 master ada yang died..
yah,,, ^^ 




                             http://www.virtualvillagers.com