Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

CERPEN FANTASI SERU FREE GALAXY

24.7.12 Ramadhan Liya 0 Comments Category : , , ,

FREE GALAXY
Karya : Awaliya Nur Ramadhana


“Kel… Kakak beli novel baru..! Kamu mau baca, tidak..?!” Teriak Clia.
“Sorry, Kak. Aku bukan tipe orang yang suka baca. Kau tahu, kan, adikmu ini terlalu alergi dengan yang namanya buku.” Sahut Kela santai masih dengan kedua mata yang serius menonton film fantasi.
“Heh… aku tahu ! aku cuma mau mengubah anggapanmu tentang buku. Emm, mungkin alergimu itu permanen, ya..?!”
“Yah, begitulah..Udah,  hush… pergi sana!  Kau punya kamar sendiri, kan?”
“Ya iyalah…! Udah yah… lebih baik aku baca buku. Kau bakal rugi, deh!” ujar Clia lalu beranjak pergi ke kamarnya.
“Yah, setidaknya, kerugianku tak sebanding dengan kerugianmu. Film ini akan lebih mengasyikkan daripada buku yang kau beli.” Kela tak mau kalah.
Begitulah perseteruan kakak-beradik yang punya karakter superbeda jauh. Kau tahu sendiri, masalah ini akan berakhir dengan acara saling mengejek. Ah, kau pasti tahu! Kecuali kau anak tunggal.
Hey, apa maksudmu?! Saudaramu lebih dari itu…? Hahaha… Sudah! Sabar saja. Kalian pasti akan berubah saat dewasa nanti.
Hah… lama sekali?!
Hey, harus ada proses!
Tapi dia menyebalkan…!!
Tak  usah diladenin.
Tapi dia… supernyebelin dan emosiku memuncak!
Hey, hey, hey…. Bukannya kita mau meneruskan cerita ini?! Nanti saja curhatnya.
Clia tak sengaja meninggalkan satu buku yang baru dibelinya tadi di kasur Kela. Dan kau tahu…? Buku itu judulnya sama persis seperti judul film yang ditonton Kela, ‘FREE GALAXY’. Cerita fantasi yang masih berlatar belakang tentang kehidupan remaja. Yah, spontan Kela berteriak histeris.
“WAHHH……  apa ini..?!! Hey, Clia..! kau meninggalkan satu virus di kamarku!” teriaknya tak berani menyentuh buku itu.
“O-ow.. Kembalikan padaku !” Sahut Clia.
No Way, buku ini akan berhasil membuatku gatal-gatal..” gumam Kela.
“Eitss…  Free Galaxy..?! Inikan film yang kutonton. A… tanganku mulai gatal. Bukan karena alergi buku, tapi aku penasaran dengan buku ini. lagipula.. film yang kutonton selalu dipotong tiap minggunya.. dan selalu saja meninggalkan rasa penasaran bagi penontonnya. Aha! Mungkin aku bisa mencari kelanjutan cerita film itu di buku ini. Ha.. ide yang bagus, Kel..” ujar Kela dalam hati.
Kela mulai membaca satu-persatu halaman buku itu. lalu membacanya.
“Em.. persis seperti film itu. Ini sangat mengasyikkan !!” Seru Kela. Ia langsung mematikan televise yang memuat film seperti buku yang dibaca Kela.
“Hey.. halaman apa ini? Hanya terdapat sebuah lingkaran berisi tinta hitam yang menempel lekat.” Kela terkejut.
“Apa terjadi kesalahan dengan percetakannya?” Ucapnya lagi. Kela terus memandangi lingkaran itu. Tak beberapa lama, ia mulai mengantuk … HOAM… dan tertidur !
Zzzz….Zzzzz….
“Hoam… di mana aku? “ tiba-tiba saja Kela berada di sebuah desa terpencil yang mungkin kelihatan sangat….  MODERN !! Bayangkan saja,  di sini tak ada istilah mobil, sepeda motor, bis atau sebagainya. Yang ada di sini… Becak terbang!! Apa? Becak terbang?! Iya ! Itukan satu-satunya kendaraan yang ada di Free Galaxy.
Kela mencoba menjelajahi setiap sentimeter desa itu. semuanya sangat berbeda dari desa-desa yang pernah ia kunjungi.
“Hey, Kau siapa?” tiba-tiba saja seseorang menepuk bahunya. Kela menengok ke belakang.
“Woooww… kau terbang?!” Seru Kela.
“Sepertinya iya.. aku tanya, kau siapa?” Tanya seorang laki-laki yang kira-kira seumuran dengan Kela.
“Aku Kela. Emm… aku tahu kau! “ Kela tiba-tiba ingat dengan salah satu tokoh yang ada di film Free Galaxy. Bertubuh tinggi dengan warna rambut keemasan.
“Kau… Erland, kan? Tokoh yang ada di Free Galaxy. Dan kau tokoh favoritku.” Ujar Kela bangga.
“Emm.. Tepat! Kelihatannya kau sangat tahu tentang Free Galaxy?” Tanya Erland.
“ Itu jelas..!! Aku selalu menontonnya di televisi.” Sahut Kela.
“Ya, itu bagus. Bolehkah aku mengetahui akhir dari cerita itu? Aku ingin tahu tentang masa depanku!” pinta Erland.
“Masa depanmu? Oh, mungkin aku tak tahu. Aku baru menonton episode 7. Kira-kira 3 episode lagi.” Sahut Kela.
“Ah, sial! Seandainya kau baca buku !Pasti kau tahu akhirnya.” Gerutu Erland.
“Itu mustahil. Yang kulihat, hanya ada lingkaran hitam di akhir buku itu.” Bentak Kela.
“Hey, itu pasti kuncinya ! di balik lingkaran itu ada akhir ceritaku.”
Sementara Erland menebak-nebak, Kela mencoba berdialog dengan tokoh idolanya tersebut.
“Tenang saja, Er. Pasti akhir ceritamu menyenangkan, karena kau tokoh utama dan protagonist.”
“Semoga begitu.”
  Mereka pun pergi menelusuri desa modern itu. Desa yang sangat bersih, pikir Kela. Di sekitar desa terdapat pepohonan yang luar biasa. Pohon itu punya buah-buahan yang beraneka ragam dan tak akan pernah habis. Hampir seluruh wilayah desa itu, dipenuhi dengan buahan. Persis seperti film Free Galaxy dan itu membuat rasa percaya Kela semakin besar.
“Er, kau lihat itu ?!” Kela menepuk bahu Erland dengan jari telunjuk ke arah sebuah gubuk reyot yang sangat tua.
“Gubuk kecil itu ?”
“Tepat..!!  Itu tempat ibumu di sandera Frontalteen.” Ujar Kela senang. Akhirnya, ia bisa membantu misi berbahaya yang ditanggung Erland.
“Kau yakin ?!’’ Tanya Erland ragu. Ia tak pernah melihat gubuk itu sebelumnya.
“Tentu saja ! Setidaknya, itu yang terakhir kubaca di hampir akhir halaman buku Free Galaxy.”
“Aku tidak yakin. Dan kau tahu ?! Gubuk itu terlalu kecil untuk ukuran tubuh 11 orang Frontalteen.” Dengus Erland masih ragu.
“Tapi, aku yakin ! Dan kau diceritakan menemukan ibumu di sana. Tolong, percayalah padaku !” Pinta Kela.
“Aku rasa…..Em…Eh… Ayo cepat  !!!” Kita ke sana !” Seru Erland tiba-tiba.
Segera mereka masuk ke dalam gubuk itu. Apa yang mereka lihat ……..???
“Woow….  Ini hebat !!” Seru Kela.
“Luas sekali ruangan di dalam gubuk ini. Sungguh, ini ajaib..!!” Puji Erland.
“Kau benar. Padahal luarnya kelihatan sangat kecil.” Sahut Kela.
“Ya. Aku yakin, mereka ada di sini.” Ujarnya lagi.
“Ayo cepat kita cari !”
Mereka bergegas memasuki setiap lorong yang ada di gubuk itu. Hingga akhirnya, mereka mendengar suara jeritan.
Dovallo. Dovallo.” Teriakan itu seperti teriakan minta tolong. Bahasa di desa ini, sebagian berbeda dengan bahasa yang lainnya.
“Er, itu ada suara teriakan ! Tapi seperti orang mengeluh !” ujar Kela.
“Bukan !! Itu suara minta tolong. Tapi itu tidak seperti suara ibuku.” Ujar Erland kecewa.
“Kau tahu ?! Frontalteen itu cerdas. Mereka bisa saja mengubah sinyal suara di dalam gubuk ini menjadi suara yang lain. Dan, kau pasti merasakan bahwa suara jeritan itu adalah suara ibumu..!!” Jelas Kela.
“Benar ! Kau juga cerdas. Berarti, kita harus mencari sumber suara itu. Ayo cepat !!” Seru Erland. Kini, ia mulai mengerti taktik Frontalteen.
Mereka masuk ke sebuah lorong yang sangat gelap. Tapi ada secercah cahaya kecil yang terlihat di balik lubang kunci pintu.
“Kel, pintu ini tidak dapat di buka !” Keluh Erland.
“Hey, kau lupa ?! Pintu ini, kan, dikunci dengan mantra.” Ujar Kela.
“Yeah !! Benar. Tapi mantranya apa ?”
“Aku pernah menonton adegan Frontalteen saat membuka pintu kamar ibumu. Saat itu, ia mau menculik ibumu. De Mozva Caredo. Itu mantranya !!”  Ujar Kela.
Seketika itu pun, pintu terbuka. Ternyata benar ! Ibu Erland di sandera dengan kedua tangan dan kaki terikat.
“Ibu…” teriak Erland segera menghampiri ibunya.
“Kau merasa aneh ? “ celetuk Kela.
“Kenapa ?” tanya Erland sambil mencoba melepaskan ikatan di tangan ibunya.
“Anggota Frontalteen tidak ada di sini !!”
“Kau benar ! Ini aneh. Kita harus segera pergi dari sini !!” Teriak Erland.
“Jangan ucapkan itu !!!” Seru Kela.
“Kau menyebut mantra itu. Kau tahu ?! Kau akan membuat semua pintu di gubuk ini terkunci.” Jelas Kela.
“Maksudmu, kata PERGI ?! “  Seketika itu pun semua pintu tertutup.
“Ayo cepat kita pergi !!!”
“Terlambat, Er.  Semuanya sudah tertutup.” Ujar Kela mengeluh.
“De Mozva  Caredo !!!  De Mozva Caredo !!!” Erland mencoba membaca mantra. Tapi mustahil , semua itu tak berlaku lagi dalam keadaan seperti ini.
“Ya ampun !! Bagaimana ini ? Kita akan terkurung di sini. “ Kela panik. Tak sengaja, ia meneteskan air mata dan membayangkan saat ia membaca novel kakaknya itu.
“Sabar, Kel. Jangan panik. Kamu akan membuat semuanya semakin kacau.”
“HAHAHAHA !!!”  Ketua Frontalteen datang.
“Ibu.. Kela… Selamatkan diri kalian !!” Teriak Erland.
“HAHAHAHA !!! Tenang, Erland. Aku tidak akan menyakitimu dan mereka, jika kau bisa bertarung denganku.”
“Kau mau apa ?!” Erland semakin sengit.
“Kalian harus bisa menjawab pertanyaanku. Jangan sampai waktu habis. Dan ingat !! Yang paling sedikit benarnya, dia harus rela mengorbankan nyawanya.”
Erland langsung terkejut dan tidak bisa menyetujuinya.
“Hah..!! Bagaimana mungkin ? Itu curang ! Kau terlalu nekat !!” Teriaknya. Kela menelan ludah dan ikut bicara.
“Sudahlah, Er. Ini jalan satu-satunya. Kalau tidak, kita akan terperangkan di sini selamanya. Dan aku tidak mau !“ Ujar Kela.
Ibunya Erland hanya diam dan pasrah. Erland berpikir sejenak dan…
“Baiklah..” ujarnya singkat.
Pertarungan segera dimulai.
“Ini pertanyaan pertama dan termudah. ‘Binatang tercepat larinya?” tanya ketua Frontalteen.
Kela berpikir keras. Namun, Erland segera menjawabnya karena waktu yang diberikan hanya 10 detik.
Cheetah ! seru Erland.
“Benar. Selanjutnya, Kantor Berita Korea Selatan ?” tanya ketua. Segera Ibu Erland menjawab.
HAPDONG !
“Benar. Selanjutnya, Bunga Kebangsaan Indonesia ?”
Kini, Erland dan ibunya tidak bisa menjawab. Hanya Kela yang bicara.
Melati ! Ujar Kela gugup.
“Benar ! Soal keempat, apa itu Ailurofobia ?”
Erland sontak terkejut dan merinding. Ia sangat tahu arti kata itu.
“Yaitu gangguan kesehatan saraf dengan ciri-ciri takut pada kucing.” Jawab Erland.
Kela tersenyum kecil memandang Erland yang kelihatan gugup.  Ia pasti tahu, kalau Erland salah satu orang yang terkena Ailurofobia.
“Benar ! Ini waktunya ! Soal terakhir. Salah satu diantara kalian harus bersiap-siap.”
Kela dan ibunya Erland tak sanggup menelan ludah. Mereka saling pandang. Salah satu dari mereka berdua harus rela mengorbankan nyawanya. Ibu Erland meneteskan air mata. Kela yang melihatnya, tak sanggup membiarkan wanita itu ditahan Frontalteen. Dengan yakin, ia sudah mengibarkan bendera putih. Ia rela jadi korbannya.
“Dengar !! Negara penemu 22 huruf Abjad ?”
Kela dan Ibu Erland masih diam. Mereka sama-sama tidak rela jika satu diantara mereka berdua jadi korban atas jawaban mereka. Kela mencoba memberi isyarat ‘jawab-jawab-saja-Bu’ kepada Ibunya Erland. Sementara, ibunya Erland ‘kamu-saja’. Kela tak mau kalah, ia terus membujuk ibu Erland. Selain karena ia tak rela, ternyata ia juga tak tahu jawabannya. Waktu tinggal 3 detik. Sekejap kilat, Ibu Erland menjawab,
Phoenicians !
Seketika itu pun alarm berbunyi. Sebuah penjara telah mengurung Kela. Erland terkejut, ia mencoba mengeluarkan Kela. Namun, perjanjian tetap perjanjian. Erland dan ibunya selamat. Mereka kembali ke desanya yang makmur itu. Sementara Kela rela mengorbankan nyawanya demi tokoh film Free Galaxy itu.

“WOYY….!!!  Bangun !!” Teriak Clia.
“Apa !! Di mana aku ? Hah.. Apa kamu Frontalteen ?” ujar Kela refleks.
“Ya ampun.. Mimpi, ya ?! Kela, kalau aku Frontalteen, berarti kamu Frontaltoon.” Canda Clia.
“Kamu Clia, kan ? Jadi.. hanya mimpi ? Oh.. syukurlah !” Kela lega.
“Mimpi apa ? Kamu terlalu menghayati mimpi. Makanya, berdo’a sebelum tidur !”
“Aneh..!” Kela masih tidak percaya dengan mimpinya. Segera ia mengambil buku Free Galaxy dan langsung membaca halaman terakhir.
“Seorang pahlawan misterius membuat Erland dan Ibunya kembali dalam kebahagiaan. Jadi, pahlawan itu aku ?” Kela semakin bingung.
“Eh, kembalikan bukuku. Nanti kau alergi.” Teriak Clia.
“Tunggu…! Ternyata akulah pahlawan misterius itu, Kak !”
“Terserah kamu ! Kembalikan bukuku !”
“Kalau tidak percaya, lihat halaman ini. Erland memanggil namaku.” Ujar Kela.
Clia membaca halaman terkahir itu. Ternyata benar ! Erland memanggil nama Kela.
Clia menatap tajam Kela.
“Siapa KAMU ??!!”
THE END


RELATED POSTS

0 Comment

NO HARSH WORDS
please, don't SPAM here!
I'll reply if I didn't busy -.-