Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri cerpen. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri cerpen. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

31 Maret 2015

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Prosa

https://41.media.tumblr.com/

Hi, mina-san.
aku balik dengan beberapa info mengenai dunia sastra. Sekadar sharing saja, karena sekaligus buat nyelesain tugas Bahasa Indonesia :)

Tentang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik karya sastra prosa nih.
aku ngambil dari beberapa sumber yang akan dicantumkan di credit bawah post.
Langsung saja, yaa..



Unsur pembangun prosa terdiri dari struktur dalam atau unsur intrinsik serta struktur luar atau unsur ekstrinsik.

Adapun unsur intrinsik prosa terdiri atas sebagai berikut.

1)      Tema, yaitu suatu yang menjadi pokok masalah atau persoalan sebagai bahan karangan, yang diungkapkan dalam suatu cerita oleh pengarang. Tema prosa fiksi terutama novel dapat terdiri dari tema utama serta beberapa tema bawahan. Sedangkan untuk cerpen (cerita pendek) hanya memiliki  tema utama saja.
Untuk dapat menentukan tema suatu cerita kita dapat menempuh dengan jalan bertanya sebagai berikut.
a.       Mengapa pengarang menulis cerita tersebut?
b.      Apa tujuan pengarang menulis cerita tersebut?
c.       Faktor apa yang menyebabkan atau menjadikan suatu karangan bermutu dan berharga?

2)      Amanat, yaitu pesan-pesan yang disampaikan oleh si pengarang melalui cerita yang digubahnya. Si pengarang menyampaikan amanatnya dengan dua cara, yaitu:
a.       secara eksplisit (terang-terangan): pembaca dengan mudah menemukannya; dan
b.      secara implisit (tersirat/tersembunyi): untuk menemukan amanat dalam hal ini, pembaca agak sukar menemukannya, terlebih dulu pembaca hendaknya membaca secara keseluruhan isi cerita tersebut.

3)      Alur/plot, yaitu urutan atau kronologi peristiwa yang dilukiskan pengarang dalam suatu cerita rekaan, terjalin satu dengan yang lainnya. Alur dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.

A.    Alur umum, tahap-tahapannya adalah sebagai berikut.

a)    Eksposisi (Perkenalan/Pengantar)
Eksposisi adalah proses penggarapan serta memperkenalkan informasi penting kepada para pembaca. Melalui eksposisi, seorang pengarang mulai melukiskan atau memaparkan suatu keadaan, baik keadaan alam maupun tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita tersebut, serta informasi-informasi yang akan diberikan pengarang kepada pembaca melalui uraian eksposisi tersebut.

b)      Komplikasi (Penampilan Masalah)
Komplikasi adalah adanya masalah yang terjadi di antara para tokoh, baik tokoh dengan tokoh, tokoh dengan tempat, maupun tokoh dengan suasana yang terdapat dalam cerita rekaan.

c)      Klimaks (Puncak Ketegangan)
Klimaks adalah suatu permasalahan yang telah mencapai pada puncaknya (meruncing).

d)     Antiklimaks (Ketegangan Menurun/peleraian)
Antiklimaks adalah suatu peristiwa yang ditandai dengan menurunnya tingkat permasalahan yang terjadi pada tokoh.

e)      Resolusi (Penyelesaian)
Resolusi adalah kejadian akhir yang merupakan penyelesaian permasalahan di atara para tokoh cerita.

B.     Berdasarkan cara menyusun tahapan-tahapan alur, maka dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
a)      Alur Lurus (Alur Maju/Alur Agresif), yaitu rangkaian cerita dikisahkan dari awal hingga cerita berakhir tanpa mengulang kejadian yang telah lampau.
b)      Alur Sorot Balik (Alur Mundur/Alur Regresif/Flash Back), yaitu kebalikan dari alur lurus. Rangkaian ceritanya mengisahkan kembali tokoh pada waktu lampau.
c)      Alur Campuran, yaitu gabungan antara alur maju dan alur sorot balik.

C.     Berdasarkan hubungan tahapan-tahapan dalam alurnya, maka dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a)      Alur Rapat, yaitu alur yang terbentuk apabila alur pembantu mendukung alur pokoknya.
b)      Alur Renggang, yaitu sebaliknya, alur yang terbentuk apabila alur pokok tidak didukung oleh alur pembantu.

D.    Berdasarkan kuantitasnya, maka dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a)      Alur tunggal, yaitu alur yang hanya terjadi pada sebuah cerita yang memiliki satu jalan cerita saja, biasanya terjadi pada cerpen.
b)      Alur ganda, yaitu alur yang terjadi pada sebuah cerita yang memiliki jalan cerita lebih dari satu, biasanya ada pada novel.

4)      Tokoh, yaitu pelaku di dalam cerita dan mengambil peranan dalam setiap insiden-insiden. Tokoh terdiri atas sebagai berikut.
a)      Tokoh Protagonis (Tokoh Utama/Tokoh Sentral), yaitu tokoh yang paling berperan dalam cerita dan umumnya bersifat baik.
b)      Tokoh Antagonis (Lawan Peran Utama), yaitu tokoh yang menentang tokoh protagonis, umumnya memiliki sifat yang jahat.
c)      Tokoh Komplementer (Pembantu), yaitu tokoh sampingan yang berperan sebagai pembantu tokoh protagonis dan antagonis.

5)      Penokohan (Perwatakan), yaitu watak atau karakter dari para tokoh di dalam cerita. Adapun jenis penggambaran watak tokoh dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu:
a)      Metode analitik, yaitu pemaparan secara langsung (eksplisit) watak atau karakter para tokoh dalam cerita, seperti; penyayang, penyabar, keras kepala, baik hati, pemarah, dan lain sebagainya.
b)      Metode dramatik, yaitu metode penokohan yang dipergunakan pencerita dengan membiarkan para tokohnya untuk menyatakan diri mereka sendiri lewat kata-kata, dan perbuatan mereka sendiri, misalnya lewat dialog, jalan pikiran tokoh, perasaan tokoh, perbuatan, sikap tokoh, lukisan fisik, dan sebagainya.
c)      Metode kontekstual, yaitu cara menyatakan watak tokoh melalui konteks verbal yang mengelilinginya. 
Jelasnya, melukiskan watak tokoh dengan jalan memberikan lingkungan yang mengelilingi tokoh, misalnya: kamarnya, rumahnya, tempat kerjanya, atau tempat di mana tokoh berada.

Watak tokoh terdiri dari sifat, sikap, serta kepribadian tokoh. Penokohan dapat dilakukan melalui dimensi (a) fisik, (b) psikis, dan (c) sosial.

6)      Latar (setting), yaitu mengenai lingkungan (tempat/lokasi, waktu, dan suasana) terjadinya suatu peristiwa di dalam cerita.
-      Tempat      :  umpamanya di rumah sakit, daerah wisata, di daerah
                     transmigran, di kantor, di kamar tidur, di halaman,
                     dan lain sebagainya.
-      Waktu       :  tahun, musim, masa perang, suatu upacara, masa
                     panen, periode sejarah, dan sebagainya.
-      Suasana     :  aman, damai, gawat, bergembira, berduka/
                     berkabung, kacau, galau, dan sebagainya.

7)      Sudut pandang (point of view), yaitu status atau kedudukan si pengarang dalam cerita. Ada empat macam sudut pandang, antara lain:
a)      pengarang sebagai orang pertama sebagai pelaku utama (pengarang = aku);
b)      pengarang sebagai orang pertama sebagai pelaku sampingan;
c)      pengarang berada di luar cerita sebagai orang ketiga; dan
d)     kombinasi atau campuran, kadang-kadang di dalam dan kadang-kadang di luar cerita.

8)      Gaya Bahasa (Majas) disebut juga “langgam, corak, bentuk, atau style bahasa” yaitu cara yang digunakan oleh si pengarang untuk mengungkapkan maksud dan dan tujuannya baik dalam bentuk kata, kelompok kata, atau kalimat. Jadi, gaya bahasa atau majas meliputi; kata, frasa atau kelompok kata, kalimat (struktur) biasa/majas. Gaya bahasa atau majas adalah ibarat kendaraaan bagi seseorang pengarang yang akan membawanya kemana arah tujuan yang ingin ditujunya. Gaya bahasa atau majas merupakan faktor dominan dalam karya prosa fiksi.

Unsur Ekstrinsik Karya Sastra Prosa
Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berasal dari luar aspek sastra, yang ikut membangun penyusunan suatu karya sastra.
Unsur-unsur luar ini meliputi:
1.          Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi);
2.          Latar belakang kehidupan pengarang; dan


3.          Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan.



B. Unsur Ekstrinsik Karya Sastra
Menurut Welleck dan Warren (1956) bagian yang termasuk unsur ekstrinsik karya sastra adalah:
1. Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap, keyakinan dan pandangan hidup yang semuanya itu mempengaruhi penciptaan sebuah karya sastra.
Contohnya adalah Emha Ainun Najib, ia adalah sastrawan yang berasal dari Jawa dan kental dengan kehidupan Jawa. Maka karya sastra ciptaannya tidak lepas dari kehidupan sosial dan budaya di Jawa.
2. Keadaan psikologis, baik psikologis pengarang, psikologis pembaca maupun penerapan prinsip psikologis dalam karya.
Keadaan psikologis pengarang pasti akan memberi warna yang berbeda dari sebuah karya sastra. Keadaan psikologis pengarang mempengaruhi pemilihan tema, bahasa dan alur cerita karya sastra. Hasil karya sastrawan muda pastilah berbeda dengan hasil karya sastrawan senior.
3. Keadaan lingkungan pengarang, baik sosial, ekonomi dan politik.
Contohnya adalah pada novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi yang menceritakan tentang kehidupan sosial pesantren. Bagaimana menjalin pertemanan yang berbeda asal daerahnya, serta perjuangan untuk meraih cita- cita. Pengarang merupakan orang yang sudah mengetahui bahkan mungkin juga mengalami kehidupan sosial yang ada di pesantren sehingga ia dapat dengan baik menuangkannya dalam sebuah novel.
4. Pandangan hidup suatu bangsa, berbagai karya seni, agama dan lain- lain.
Latar belakang keagamaan pengarang juga sangat berpengaruh pada penciptaan karya sastra. Contohnya saja adalah novel Ayat- Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy.
C. Mengidentifikasi Unsur Ekstrinsik pada Prosa
1. Unsur Ekstrinsik Pada Novel Siti Nurbaya
a. Sikap dan Pandangan Pengarang
Sikap dan pandangan pengarang bersifat tersirat dalam novel Siti Nurbaya. Dijelaskan bahwa kaum tua sangat mendominasi kaum muda. Kaum muda yang menantang kaum tua dianggap melanggar adat istiadat setempat, contohnya adalah kawin paksa yang dilakukan kebanyakan orang tua pada zaman tersebut.
b. Latar Belakang Masyarakat
Novel Siti Nurbaya menggambarkan masyarakat di daerah Minangkabau. Masyarakat Minangkabau terkenal dengan ketaatannya pada agama Islam, selain itu adat yang berkembang di sini adalah garis keturunan yang kuat dari kaum ibu atau istilah lainnya adalah matrilineal.
c. Keadaan Sosial dan Ekonomi
Masyarakat Minangkabau memiliki keadaan ekonomi dan sosial yang cukup mapan. Masyarakat disana rata- rata memiliki tanah garapan sendiri untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari berupa perkebunan kelapa sawit. Mata pencaharian orang Minang adalah sebagai pedagang dan petani kelapa sawit.
d. Agama Pengarang
Pengarang novel Siti Nurbaya adalah orang asli dari Minangkabau. Masyarakat Minang memang terkenal dengan ketaatannya dalam memeluk agama Islam. Nama lengkap pengarang adalah Marah Halim Bin Sutan Abubakar.
e. Idealisme Pengarang
Idealisme yaitu pendirian yang kuat terhadap keyakinan, adat, pendidikan atau yang lainnya. Idealisme pengarang yang tersirat dalam novel Siti Nurbaya sebagai berikut:
1) Pengarang membuat karya sastra dengan maksud mendidik masyarakat yacng membacanya
2) Pengarang menganggap bahwa tidak selamanya kaum muda harus taat pada kaum tua.











credit :
http://iwayanjatiyasatumingal.blogspot.com/
https://annissa999.wordpress.com/
https://destinakazuha.wordpress.com/

07 Mei 2012

CERPEN SEDIH TENTANG IBU



"Alhamdulillah... Ya Allah... Terima Kasih, Engkau telah memberikan Ibu yang sangat Mulia kepadaku...

Jasanya lebih berharga dari nyawaku...  Bahkan, tak bisa dibayar dengan apapun di dunia ini.
Mari kita renungkan jasa Ibu kita yang telah membawa kita ke dunia ini dengan sehat wal'afiat.. hingga sekarang kita bisa berdiri sendiri dengan sukses... Don't forget your mom... Ok!!"


Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahankannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya.


Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa. Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Allah di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih.

Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan. Terkadang ia harus menjahit sampai jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.

Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.

Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Ulang Tahun untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja. Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.

Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan  saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gedung itu. Sambil mendoakan agar Allah selalu melindungi dan meridhoi putrinya tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Allah, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.

Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Allah, bahwa permohonannya telah dikabulkan.

Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Allah mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.

Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo.

Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.

Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Ulang tahun Putrinya, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.

Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dlm keadaan sakit.

Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: "Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!"

"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah ulang tahun untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang turun hujan. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu.

"Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.

Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!"

Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.

Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja "Mother's Day" sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu.

Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah. Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?

Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.

24 Juli 2012

CERPEN FANTASI SERU FREE GALAXY

FREE GALAXY
Karya : Awaliya Nur Ramadhana


“Kel… Kakak beli novel baru..! Kamu mau baca, tidak..?!” Teriak Clia.
“Sorry, Kak. Aku bukan tipe orang yang suka baca. Kau tahu, kan, adikmu ini terlalu alergi dengan yang namanya buku.” Sahut Kela santai masih dengan kedua mata yang serius menonton film fantasi.
“Heh… aku tahu ! aku cuma mau mengubah anggapanmu tentang buku. Emm, mungkin alergimu itu permanen, ya..?!”
“Yah, begitulah..Udah,  hush… pergi sana!  Kau punya kamar sendiri, kan?”
“Ya iyalah…! Udah yah… lebih baik aku baca buku. Kau bakal rugi, deh!” ujar Clia lalu beranjak pergi ke kamarnya.
“Yah, setidaknya, kerugianku tak sebanding dengan kerugianmu. Film ini akan lebih mengasyikkan daripada buku yang kau beli.” Kela tak mau kalah.
Begitulah perseteruan kakak-beradik yang punya karakter superbeda jauh. Kau tahu sendiri, masalah ini akan berakhir dengan acara saling mengejek. Ah, kau pasti tahu! Kecuali kau anak tunggal.
Hey, apa maksudmu?! Saudaramu lebih dari itu…? Hahaha… Sudah! Sabar saja. Kalian pasti akan berubah saat dewasa nanti.
Hah… lama sekali?!
Hey, harus ada proses!
Tapi dia menyebalkan…!!
Tak  usah diladenin.
Tapi dia… supernyebelin dan emosiku memuncak!
Hey, hey, hey…. Bukannya kita mau meneruskan cerita ini?! Nanti saja curhatnya.
Clia tak sengaja meninggalkan satu buku yang baru dibelinya tadi di kasur Kela. Dan kau tahu…? Buku itu judulnya sama persis seperti judul film yang ditonton Kela, ‘FREE GALAXY’. Cerita fantasi yang masih berlatar belakang tentang kehidupan remaja. Yah, spontan Kela berteriak histeris.
“WAHHH……  apa ini..?!! Hey, Clia..! kau meninggalkan satu virus di kamarku!” teriaknya tak berani menyentuh buku itu.
“O-ow.. Kembalikan padaku !” Sahut Clia.
No Way, buku ini akan berhasil membuatku gatal-gatal..” gumam Kela.
“Eitss…  Free Galaxy..?! Inikan film yang kutonton. A… tanganku mulai gatal. Bukan karena alergi buku, tapi aku penasaran dengan buku ini. lagipula.. film yang kutonton selalu dipotong tiap minggunya.. dan selalu saja meninggalkan rasa penasaran bagi penontonnya. Aha! Mungkin aku bisa mencari kelanjutan cerita film itu di buku ini. Ha.. ide yang bagus, Kel..” ujar Kela dalam hati.
Kela mulai membaca satu-persatu halaman buku itu. lalu membacanya.
“Em.. persis seperti film itu. Ini sangat mengasyikkan !!” Seru Kela. Ia langsung mematikan televise yang memuat film seperti buku yang dibaca Kela.
“Hey.. halaman apa ini? Hanya terdapat sebuah lingkaran berisi tinta hitam yang menempel lekat.” Kela terkejut.
“Apa terjadi kesalahan dengan percetakannya?” Ucapnya lagi. Kela terus memandangi lingkaran itu. Tak beberapa lama, ia mulai mengantuk … HOAM… dan tertidur !
Zzzz….Zzzzz….
“Hoam… di mana aku? “ tiba-tiba saja Kela berada di sebuah desa terpencil yang mungkin kelihatan sangat….  MODERN !! Bayangkan saja,  di sini tak ada istilah mobil, sepeda motor, bis atau sebagainya. Yang ada di sini… Becak terbang!! Apa? Becak terbang?! Iya ! Itukan satu-satunya kendaraan yang ada di Free Galaxy.
Kela mencoba menjelajahi setiap sentimeter desa itu. semuanya sangat berbeda dari desa-desa yang pernah ia kunjungi.
“Hey, Kau siapa?” tiba-tiba saja seseorang menepuk bahunya. Kela menengok ke belakang.
“Woooww… kau terbang?!” Seru Kela.
“Sepertinya iya.. aku tanya, kau siapa?” Tanya seorang laki-laki yang kira-kira seumuran dengan Kela.
“Aku Kela. Emm… aku tahu kau! “ Kela tiba-tiba ingat dengan salah satu tokoh yang ada di film Free Galaxy. Bertubuh tinggi dengan warna rambut keemasan.
“Kau… Erland, kan? Tokoh yang ada di Free Galaxy. Dan kau tokoh favoritku.” Ujar Kela bangga.
“Emm.. Tepat! Kelihatannya kau sangat tahu tentang Free Galaxy?” Tanya Erland.
“ Itu jelas..!! Aku selalu menontonnya di televisi.” Sahut Kela.
“Ya, itu bagus. Bolehkah aku mengetahui akhir dari cerita itu? Aku ingin tahu tentang masa depanku!” pinta Erland.
“Masa depanmu? Oh, mungkin aku tak tahu. Aku baru menonton episode 7. Kira-kira 3 episode lagi.” Sahut Kela.
“Ah, sial! Seandainya kau baca buku !Pasti kau tahu akhirnya.” Gerutu Erland.
“Itu mustahil. Yang kulihat, hanya ada lingkaran hitam di akhir buku itu.” Bentak Kela.
“Hey, itu pasti kuncinya ! di balik lingkaran itu ada akhir ceritaku.”
Sementara Erland menebak-nebak, Kela mencoba berdialog dengan tokoh idolanya tersebut.
“Tenang saja, Er. Pasti akhir ceritamu menyenangkan, karena kau tokoh utama dan protagonist.”
“Semoga begitu.”
  Mereka pun pergi menelusuri desa modern itu. Desa yang sangat bersih, pikir Kela. Di sekitar desa terdapat pepohonan yang luar biasa. Pohon itu punya buah-buahan yang beraneka ragam dan tak akan pernah habis. Hampir seluruh wilayah desa itu, dipenuhi dengan buahan. Persis seperti film Free Galaxy dan itu membuat rasa percaya Kela semakin besar.
“Er, kau lihat itu ?!” Kela menepuk bahu Erland dengan jari telunjuk ke arah sebuah gubuk reyot yang sangat tua.
“Gubuk kecil itu ?”
“Tepat..!!  Itu tempat ibumu di sandera Frontalteen.” Ujar Kela senang. Akhirnya, ia bisa membantu misi berbahaya yang ditanggung Erland.
“Kau yakin ?!’’ Tanya Erland ragu. Ia tak pernah melihat gubuk itu sebelumnya.
“Tentu saja ! Setidaknya, itu yang terakhir kubaca di hampir akhir halaman buku Free Galaxy.”
“Aku tidak yakin. Dan kau tahu ?! Gubuk itu terlalu kecil untuk ukuran tubuh 11 orang Frontalteen.” Dengus Erland masih ragu.
“Tapi, aku yakin ! Dan kau diceritakan menemukan ibumu di sana. Tolong, percayalah padaku !” Pinta Kela.
“Aku rasa…..Em…Eh… Ayo cepat  !!!” Kita ke sana !” Seru Erland tiba-tiba.
Segera mereka masuk ke dalam gubuk itu. Apa yang mereka lihat ……..???
“Woow….  Ini hebat !!” Seru Kela.
“Luas sekali ruangan di dalam gubuk ini. Sungguh, ini ajaib..!!” Puji Erland.
“Kau benar. Padahal luarnya kelihatan sangat kecil.” Sahut Kela.
“Ya. Aku yakin, mereka ada di sini.” Ujarnya lagi.
“Ayo cepat kita cari !”
Mereka bergegas memasuki setiap lorong yang ada di gubuk itu. Hingga akhirnya, mereka mendengar suara jeritan.
Dovallo. Dovallo.” Teriakan itu seperti teriakan minta tolong. Bahasa di desa ini, sebagian berbeda dengan bahasa yang lainnya.
“Er, itu ada suara teriakan ! Tapi seperti orang mengeluh !” ujar Kela.
“Bukan !! Itu suara minta tolong. Tapi itu tidak seperti suara ibuku.” Ujar Erland kecewa.
“Kau tahu ?! Frontalteen itu cerdas. Mereka bisa saja mengubah sinyal suara di dalam gubuk ini menjadi suara yang lain. Dan, kau pasti merasakan bahwa suara jeritan itu adalah suara ibumu..!!” Jelas Kela.
“Benar ! Kau juga cerdas. Berarti, kita harus mencari sumber suara itu. Ayo cepat !!” Seru Erland. Kini, ia mulai mengerti taktik Frontalteen.
Mereka masuk ke sebuah lorong yang sangat gelap. Tapi ada secercah cahaya kecil yang terlihat di balik lubang kunci pintu.
“Kel, pintu ini tidak dapat di buka !” Keluh Erland.
“Hey, kau lupa ?! Pintu ini, kan, dikunci dengan mantra.” Ujar Kela.
“Yeah !! Benar. Tapi mantranya apa ?”
“Aku pernah menonton adegan Frontalteen saat membuka pintu kamar ibumu. Saat itu, ia mau menculik ibumu. De Mozva Caredo. Itu mantranya !!”  Ujar Kela.
Seketika itu pun, pintu terbuka. Ternyata benar ! Ibu Erland di sandera dengan kedua tangan dan kaki terikat.
“Ibu…” teriak Erland segera menghampiri ibunya.
“Kau merasa aneh ? “ celetuk Kela.
“Kenapa ?” tanya Erland sambil mencoba melepaskan ikatan di tangan ibunya.
“Anggota Frontalteen tidak ada di sini !!”
“Kau benar ! Ini aneh. Kita harus segera pergi dari sini !!” Teriak Erland.
“Jangan ucapkan itu !!!” Seru Kela.
“Kau menyebut mantra itu. Kau tahu ?! Kau akan membuat semua pintu di gubuk ini terkunci.” Jelas Kela.
“Maksudmu, kata PERGI ?! “  Seketika itu pun semua pintu tertutup.
“Ayo cepat kita pergi !!!”
“Terlambat, Er.  Semuanya sudah tertutup.” Ujar Kela mengeluh.
“De Mozva  Caredo !!!  De Mozva Caredo !!!” Erland mencoba membaca mantra. Tapi mustahil , semua itu tak berlaku lagi dalam keadaan seperti ini.
“Ya ampun !! Bagaimana ini ? Kita akan terkurung di sini. “ Kela panik. Tak sengaja, ia meneteskan air mata dan membayangkan saat ia membaca novel kakaknya itu.
“Sabar, Kel. Jangan panik. Kamu akan membuat semuanya semakin kacau.”
“HAHAHAHA !!!”  Ketua Frontalteen datang.
“Ibu.. Kela… Selamatkan diri kalian !!” Teriak Erland.
“HAHAHAHA !!! Tenang, Erland. Aku tidak akan menyakitimu dan mereka, jika kau bisa bertarung denganku.”
“Kau mau apa ?!” Erland semakin sengit.
“Kalian harus bisa menjawab pertanyaanku. Jangan sampai waktu habis. Dan ingat !! Yang paling sedikit benarnya, dia harus rela mengorbankan nyawanya.”
Erland langsung terkejut dan tidak bisa menyetujuinya.
“Hah..!! Bagaimana mungkin ? Itu curang ! Kau terlalu nekat !!” Teriaknya. Kela menelan ludah dan ikut bicara.
“Sudahlah, Er. Ini jalan satu-satunya. Kalau tidak, kita akan terperangkan di sini selamanya. Dan aku tidak mau !“ Ujar Kela.
Ibunya Erland hanya diam dan pasrah. Erland berpikir sejenak dan…
“Baiklah..” ujarnya singkat.
Pertarungan segera dimulai.
“Ini pertanyaan pertama dan termudah. ‘Binatang tercepat larinya?” tanya ketua Frontalteen.
Kela berpikir keras. Namun, Erland segera menjawabnya karena waktu yang diberikan hanya 10 detik.
Cheetah ! seru Erland.
“Benar. Selanjutnya, Kantor Berita Korea Selatan ?” tanya ketua. Segera Ibu Erland menjawab.
HAPDONG !
“Benar. Selanjutnya, Bunga Kebangsaan Indonesia ?”
Kini, Erland dan ibunya tidak bisa menjawab. Hanya Kela yang bicara.
Melati ! Ujar Kela gugup.
“Benar ! Soal keempat, apa itu Ailurofobia ?”
Erland sontak terkejut dan merinding. Ia sangat tahu arti kata itu.
“Yaitu gangguan kesehatan saraf dengan ciri-ciri takut pada kucing.” Jawab Erland.
Kela tersenyum kecil memandang Erland yang kelihatan gugup.  Ia pasti tahu, kalau Erland salah satu orang yang terkena Ailurofobia.
“Benar ! Ini waktunya ! Soal terakhir. Salah satu diantara kalian harus bersiap-siap.”
Kela dan ibunya Erland tak sanggup menelan ludah. Mereka saling pandang. Salah satu dari mereka berdua harus rela mengorbankan nyawanya. Ibu Erland meneteskan air mata. Kela yang melihatnya, tak sanggup membiarkan wanita itu ditahan Frontalteen. Dengan yakin, ia sudah mengibarkan bendera putih. Ia rela jadi korbannya.
“Dengar !! Negara penemu 22 huruf Abjad ?”
Kela dan Ibu Erland masih diam. Mereka sama-sama tidak rela jika satu diantara mereka berdua jadi korban atas jawaban mereka. Kela mencoba memberi isyarat ‘jawab-jawab-saja-Bu’ kepada Ibunya Erland. Sementara, ibunya Erland ‘kamu-saja’. Kela tak mau kalah, ia terus membujuk ibu Erland. Selain karena ia tak rela, ternyata ia juga tak tahu jawabannya. Waktu tinggal 3 detik. Sekejap kilat, Ibu Erland menjawab,
Phoenicians !
Seketika itu pun alarm berbunyi. Sebuah penjara telah mengurung Kela. Erland terkejut, ia mencoba mengeluarkan Kela. Namun, perjanjian tetap perjanjian. Erland dan ibunya selamat. Mereka kembali ke desanya yang makmur itu. Sementara Kela rela mengorbankan nyawanya demi tokoh film Free Galaxy itu.

“WOYY….!!!  Bangun !!” Teriak Clia.
“Apa !! Di mana aku ? Hah.. Apa kamu Frontalteen ?” ujar Kela refleks.
“Ya ampun.. Mimpi, ya ?! Kela, kalau aku Frontalteen, berarti kamu Frontaltoon.” Canda Clia.
“Kamu Clia, kan ? Jadi.. hanya mimpi ? Oh.. syukurlah !” Kela lega.
“Mimpi apa ? Kamu terlalu menghayati mimpi. Makanya, berdo’a sebelum tidur !”
“Aneh..!” Kela masih tidak percaya dengan mimpinya. Segera ia mengambil buku Free Galaxy dan langsung membaca halaman terakhir.
“Seorang pahlawan misterius membuat Erland dan Ibunya kembali dalam kebahagiaan. Jadi, pahlawan itu aku ?” Kela semakin bingung.
“Eh, kembalikan bukuku. Nanti kau alergi.” Teriak Clia.
“Tunggu…! Ternyata akulah pahlawan misterius itu, Kak !”
“Terserah kamu ! Kembalikan bukuku !”
“Kalau tidak percaya, lihat halaman ini. Erland memanggil namaku.” Ujar Kela.
Clia membaca halaman terkahir itu. Ternyata benar ! Erland memanggil nama Kela.
Clia menatap tajam Kela.
“Siapa KAMU ??!!”
THE END